Curah hujan tinggi dalam beberapa hari dan kondisi topografi memicu longsor di Desa Batu Hampar, Kayu Aro Barat, Kerinci, Jambi pada Jumat (6/1) dinihari. Beruntung, warga dengan segera melakukan evakuasi begitu suara gemuruh mulai terdengar.
Dijelaskan Kepala Desa Batu Hampar Sugiman bahwa kesiapsiagaan warga setempat terbentuk karena mereka telah melakukan geladi evakuasi.
Menurutnya, geladi evakuasi merupakan bagian dari sistem peringatan dini longsor atau landslide early warning system (LEWS) yang bekerja dengan baik. Warga yang berada di wilayah bukit terselamatkan oleh pengalaman geladi dan terbentuknya tim siaga bencana.
"Warga melakukan simulasi (sebanyak) 2 kali awal bulan tahun lalu," kata Sugiman.
Ia menyebut bahwa longsor telah menimbun dua rumah yang dihuni 7 jiwa dan mengakibatkan sebanyak 21 rumah mengalami retak. Namun begitu, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sebanyak 87 KK dikabarkan mengungsi pascalongsor.
"Karena hujan tiga hari berturut-turut, baterai tidak berfungsi. Alat tidak berbunyi tetapi hanya lampu peringatan yang bekerja," lanjut Sugiman.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat yang dibantu oleh Tim Siaga Bencana, TNI dan relawan telah mengungsikan masyarakat terdampak. BPBD juga masih melakukan pendataan di lapangan.
[ian]