Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Amerika Sudah Fokus Mineral Di Mars, Masa Indonesia Urus STNK Aja Susah

JUMAT, 06 JANUARI 2017 | 13:39 WIB | LAPORAN:

Pengurusan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) memang butuh perbaikan dan transisi. Namun bukan dengan cara menaikkan biayanya.

Justru, pelayanan publik harus menunjukkan transparansi dan perbaikan karena sudah menjadi rahasia umum ini lahan subur oknum-oknum petugas atau calo yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan.

"Intinya penghasilan aparat birokrasi yang selama ini kurang untuk sebagian bisa ditutupi dengan saberan-saberan kanan kiri itu," kata politisi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno di Jakarta, Jumat, (6/1).


Hendrawan menilai, pelayanan publik di Indonesia secara administrasi memang dibuat untuk memungkinkan penghasilan sampingan bagi petugas. Makanya muncul istilah "kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah, kalau bisa diperlambat kenapa dipercepat", yang telah menjadi  kultur birokrasi Indonesia selama ini.

"Semua lembaga negara kan kecenderungan seperti itu. Bukan ikan sepat ikan gabus, semakin cepat semakin bagus. Tapi ikan lele ikan pari, makin bertele-tele makin banyak rejeki, itu loh," cetusnya.

Ia menambahkan, meskipun negara butuh penerimaan yang tinggi lewat pajak, seyogyanyna dibarengi dengan pengurusan pajak yang akuntabel dan berbasis teknologi. Apalagi hanya sekedar urusan surat-surat kendaraan.

"Amerika sudah menyelidiki mineral di Mars, orang sudah mau menciptakan pesawat antar galaksi, masa (Indonesia) membuat sistem pelayanan STNK itu susah," kritiknya.

Konkritnya, tegas dia, PDIP meminta adanya revisi PP yang menyangkut kenaikan tarif STNK dan BPKB dibuat lebih rasional. Sekaligus menugaskan kepada kepolisian dan semua titik-titik pelayanan publik untuk mengefisiensikan dan memanfaatkan IT semaksimal mungkin.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya