Berita

Foto/Net

Bisnis

Pertamax Cs naik, Pelanggan Bakal Beralih Ke Premium

Selisih Makin Jauh
JUMAT, 06 JANUARI 2017 | 08:20 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Pertamina (Persero) me­naikkan harga BBM jenis Pertamax Series, Pertalite dan Dexlite sebesar Rp 300 per liter. Harga itu berlaku sejak Kamis (5/01) dini hari. Kenaikan harga BBM tersebut dilakukan seiring terjadinya kenaikan harga minyak mentah dunia.

"Penetapan harga BBM Um­um jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Turbo, Pertam­ina Dex, Dexlite dan Pertalite merupakan kebijakan korporasi Pertamina yang peninjauannya dilakukan secara berkala," un­gkap Vice President Corporate Communication PT Pertamina Wianda Pusponegoro di Ja­karta, kemarin.

Dengan kenaikan harga tersebut, dipaparkan Wianda, untuk DKI Jakarta, dan seluruh provinsi di Jawa-Bali harga Pertamax ditetapkan sebesar Rp 8.050 per liter dari semula Rp 7.750 per liter. Harga Per­talite naik menjadi Rp 7.350 per liter dari sebelumnya Rp 7.050 per liter. Harga Per­tamina Dex dilepas di harga Rp 8.400 per liter untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta Rp 8.500 per liter untuk DI Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kemudian, Dexlite yang men­jadi pilihan baru untuk produk diesel ditetapkan menjadi Rp 7.200 per liter untuk Jawa- Bali-Nusa Tenggara.


Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mem­proyeksi, kenaikan harga BBM nonsubsidi akan mendorong peningkatan penggunaan pre­mium. Karena, selisih harga harga BBM nonsubsidi den­gan premium kini semakin jauh. "Dengan pertalite saja selisihnya cukup jauh, apal­agi dibandingkan pertamax. Menurut saya implikasinya secara otomatis akan terjadi migrasi dari pertalite atau pertamax ke premium. Apalagi daya beli masyarakat rendah," ujarnya kepada Rakyat Merde­ka, kemarin.

Seperti diketahui, harga premium hanya Rp 6.450 per liter untuk penugasan di luar wilayah Jawa Madura Bali (Jamali), dan Rp 6.550 per liter untuk di wilayah Jamali.

Mamit mengatakan, ting­ginya permintaan terhadap premium akan mendorong pemerintah menaikkan harga premium. Karena jika tidak, Pertamina akan menderita keru­gian. Menurutnya, tanpa kenai­kan, BUMN minyak tersebut bakal menderita kerugian seki­tar Rp 20 triliun. "Jika ditam­bah migrasi dari penggunaan pertamax ke premium maka kerugian akan makin besar," terangnya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya