Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pembangkit Listrik Banyak Yang Mangkrak, PLN Tidak Efisien

RABU, 04 JANUARI 2017 | 19:49 WIB | LAPORAN:

Banyaknya pembangkit listrik yang mangkrak menuai keprihatinan. Kondisi demikian menjadikan kinerja PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sangat buruk.

"Ini sangat tidak efisien dan operational cost-nya menjadi tinggi. Impact-nya sangat merugikan semua pihak. Merugikan negara, merugikan rakyat,” jelas Direktur Eksekutif Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka) Tri Mumpuni di Jakarta, Rabu (4/1).

Dia juga prihatin, banyak pembangkit rusak yang dibiarkan begitu saja hingga kerusakannya menjadi semakin parah. Padahal jika semakin berat, maka akan terjadi overhaul sehingga biaya yang dikeluarkan akan semakin besar juga.
"Apalagi kalau rusak akan lebih kacau lagi. Seharusnya PLN melakukan perawatan, dengan upaya preventif. Sebelum terlalu parah, jika terdapat kerusakan kecil, harus segera diperbaiki,” lanjut Tri.   

"Apalagi kalau rusak akan lebih kacau lagi. Seharusnya PLN melakukan perawatan, dengan upaya preventif. Sebelum terlalu parah, jika terdapat kerusakan kecil, harus segera diperbaiki,” lanjut Tri.   

Kondisi demikian, jelas dia, sangat mengganggu sektor ketenagalistrikan. Faktanya, hingga saat ini saja pasokan listrik sering berkurang, dan masih banyak masyarakat yang belum menikmati listrik.

Tri lalu mempertanyakan orang-orang yang duduk di jajaran petinggi PLN. Termasuk di antaranya, mempertanyakan leadership dan komitmen mereka dalam memberikan yang terbaik bagi negeri ini.

"Saya tidak mengerti leadership apa yang dipakai. Wong sama pemerintah saja tidak sehaluan dan sering tidak melaksanakan kebijakan yang dibuat pemerintah,” lanjutnya.

Seperti diketahui, banyak pembangkit PLN memang dalam kondisi memprihatinkan dan terbengkalai. Bahkan, Presiden Jokowi sempat marah karena 34 pembangkit dibiarkan mangkrak.

Analis Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Kusfiardi membenarkan, PLN memang sudah sering membiarkan pembangkitnya rusak dan mangkrak. Padahal kondisi demikian akan berimbas pada layanan kepada konsumen. Efek berikut tentu lebih besar, jika para konsumen yang terdampak adalah para UKM atau home industri.

"Hal ini membuktikan bahwa tata kelola PLN memang sangat buruk. Padahal selama ini PLN begitu gencar mengatakan bahwa mereka akan mengurangi subsidi,” kata Kusfiardi.

Kondisi demikian, lanjut dia, semakin membuktikan bahwa memang tidak ada kontrol terhadap PLN sebagai perusahaan yang seharusnya menyediakan jasa layanan publik. Dan kinerja yang buruk itu, lanjutnya, sangat berpengaruh terhadap kerugian material pada pelanggan, baik pelanggan rumah tangga maupun usaha kecil dan menengah yang terkait langsung dengan pelayanan PLN. Dan secara bertahap, imbuhnya, kondisi demikian pun akan berpengaruh terhadap perekonomian daerah dan nasional.  

Menurutnya, terdapat dua kemungkinan terkait berbagai pembiaran tersebut. Pertama, bahwa memang terdapat inkompetensi pada manajerial PLN. Harusnya, lanjut dia, Dirut PLN mengetahui kondisi semua pembangkit, termasuk jika terdapat kerusakan atau bahkan mangkrak.

Karena sebagai pimpinan, lanjut Kusfiardi, dia bisa meminta laporan tentang semua kondisi pembangkit, termasuk kebutuhan pembangkit terkait perawatan dan perbaikan sehingga bisa melakukan berbagai langkah antisipatif.

Sedangkan kemungkinan kedua, adanya kesengajaan untuk menciptakan imej bahwa kinerja PLN memang buruk. Dengan demikian, bisa memperkuat argumentasi bahwa PLN memang harus diprivatisasi dan diserahkan kepada swasta.

"Jika kemungkinan kedua yang terjadi, maka akan lebih berbahaya lagi,” kata Kusfiardi. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya