Sejumlah serangan balik dilancarkan terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama usai menjalani sidang keempat. Serangan balik cepat itu dilancarkan kepada para saksi pelapor tak lama usai sidang selesai.
Dalam serangan tersebut, Ahok meragukan objektivitas saksi yang hanya menukil 13 detik pidatonya di kepulauan seribu, menyebut saksi bagian tim sukses pasangan calon lain di Pilgub DKI, hingga drama Fitsa Hats.
Menanggapi hal tersebut, politisi muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai bahwa Ahok tengah memainkan filosofi "pertahan terbaik adalah dengan menyerang" layaknya digunakan dalam dunia sepakbola.
"Namun yang perlu dicermati adalah bahwa Ahok yang karakternya suka menyerang orang, itu makin hari semakin menjadi terus karena penegakan hukum di negara kita ini tidak adil," ujarnya dalam kepada
Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Rabu (4/1).
Dijabarkan Doli bahwa semua orang yang pernah melakukan penistaan agama, biasanya begitu menjadi tersangka langsung ditahan. Tapi dalam kasus ini, Ahok yang sudah menjadi terdakwa belum juga ditahan.
"Bahkan pemerintah terang-terangan mendukungnya. Sampai MUI sebagai lembaga yang selama ini dihormati, dipercaya, dan memiliki otoritas dalam menentukan bentuk penistaan agama melalui fatwanya pun seakan diabaikan oleh pihak aparat penegak hukum," kesalnya.
"Bahkan pemerintah berkali-kali menunjukkan sikap yang seakan membiarkan adanya upaya kriminalisasi dan melemahkan MUI, berhadapan dan sepertinya setuju MUI dibubarkan," sambung mantan ketua umum KNPI itu
Situasi seperti ini, lanjut Doli, membuat Ahok secara psikologi merasa di atas angin karena merasa dilindungi oleh hukum.
Selain itu, Doli menilai bahwa Ahok ingin terus membawa persoalan penistaan agama yang dilakukannya ke ranah politik Pilkada. Dengan membuat pernyataan-pernyataan kontroversial seperti itu, Ahok merasa akan terus diberitakan dan menjadikannya sebagai media kampanye
"Ahok juga seakan memancing-mancing terus dan menarik posisi ummat Islam masuk ke "political game" pilkada. Tapi Ahok harus ingat bahwa dengan berhadapan terus dengan ummat Islam melalui sikap dan pernyataannya, itu tidak akan menguntungkan dan suatu saat akan sangat berbahaya apabila kemarahan ummat Islam memuncak," tegas Doli memperingatkan Ahok.
[ian]