Berita

Ahok/Net

Politik

Ahok Kecewa Rata-rata Saksi Cuma Ambil Pidatonya 13 Detik

SELASA, 03 JANUARI 2017 | 20:31 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok merasa kecewa dengan keterangan para saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan keempanya.

Menurutnya, rata-rata saksi hanya mengambil 13 detik pidatonya di Kepulauan Seribu. Padahal dalam pidato itu, Ahok berbicara selama 1 jam 40 menit.

"Padahal pidato saya itu (berdurasi) 1 jam 40 menit. Itu hanya dipotong 13 detik. Rata-rata (saksi) juga hanya mendapatkan tulisan yang dipotong," ujarnya usai menjalani persidangan di gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta, Selasa (3/1).


Dalam pemeriksaan ini, Ahok juga menyayangkan para saksi yang tidak mau menyangkutkan bahwa pidatonya di Kepulauan Seribu itu tidak ada hubungan dengan pilkada.

"Saya berkali kali mengatakan tidak perlu pilih saya, tidak perlu pilih saya, lalu saya bicara program berkali kali," ujar Ahok dengan nada yang meninggi.

Dijelaskan mantan bupati Belitung Timur itu bahwa pidatonya di Kepulauan Seribu dilakukan berkaitan dengan program budaya ikan kerapu, bukan dalam rangka kampanye.  

"Jadi saya merasa dirugikan, saya tidak ada waktu kampanye, semua minta saksi hakim menahan saya, semua saksi meminta yang sama. Padahal saya katakan bahwa sangat tidak adil saya bicara 1 jam 40 menit tentang budidaya ikan, mereka potong hanya 13 detik. 1 menit itu 60 detik, dipotong 13 detik untuk mengatakan saya menista agama. saya katakan itu suatu fitnah," pungkasnya. [ian]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya