. Terbakarnya Kapal Zahro Expres menjadi duka di tengah perayaan tahun baru yang tengah berlangsung. Tentu saja hal ini harus menjadi evaluasi bagi seluruh pihak yang berhubungan dengan kejadian tersebut.
"Selain dalam hal teknis maupun non teknis pemerintah perlu untuk memiliki logistik pendukung yang cukup representatif agar ke depan jika terjadi kejadian serupa dapat ditanggulangi dengan cepat. Jika dilihat dalam video rekaman amatir yang tersebar di internet ketika kapal terbakar tidak ada tim yang langsung turun dengan cepat dan memberikan pertolongan pertama," kata Sekjen Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI), Ahlan Zulfakhri, dalam keterangan beberapa saat lalu 9Senin, 2/1).
Dalam upaya preventif agar ke depan kejadian serupa, smabungnya, Indonesia membtuhkan kapal pemadam yang cukup representatif. Hal itu bukan tanpa alasan, dalam catatan yang dimiliki bahwa terdapat 51 terbakar dari 439 kecelakaan yang terjadi di laut.
"Hal ini tentunya menjadi pertimbangan pemerintah untuk dapat mengambil sikap secara taktis agar kedepan kejadian serupa dapat di tanggulangi dengan cepat," jelasnya.
Selain itu, sambungnya, diperlukan juga kapal cepat yang berada di masing-masing pelabuhan yang berfungsi debagai kapal penyelamat. Hal ini menjadi penting karena tingkat kecelakaan kapal di indonesia cukup tinggi.
"Harapannya pemerintah dapat segera mempertimbangkan hal ini mengingat indonesia sedang berjalan menuju poros maritim dunia, namun kecelakaan kapal kerap terjadi tanpa penanggulangan yang representatif,' ungkapnya.
[ysa]