Berita

Politik

Kenapa Turki Jadi Sasaran Teror

MINGGU, 01 JANUARI 2017 | 11:48 WIB | OLEH: MUHAMMAD JA’FAR

UNTUK kesekian kalinya, Turki menjadi target teror. Pada 10 Desember yang lalu, dua bom meledak di luar sebuah stadion sepak bola, menewaskan 44 orang dan melukai lebih dari 150. Sebelumnya, di bulan Juni, sekitar 45 orang tewas dan ratusan luka-luka ketika bom meledak di bandara utama Ataturk, Turki. Dua pekan yang lalu, Duta Besar Rusia utuk Turki tewas ditembak seorang polisi di Turki.

Siapa sebenarnya pelaku rentetan teror ini? Satu aktor atau berbeda? Apa motifnya?

Eskalasi teror di Turki mengalami peningkatan yang sangat signifikan sejak Turki memutuskan untuk bergabung dengan aliansi Rusia untuk memerangi Kelompok ISIS di Suriah. Sebelumnya, Turki tergabung dalam aliansi pimpinan Amerika Serikat. Namun pasca kejadian kudeta gagal, Presiden Recep Tayyip Erdogan merubah haluan politiknya. Perubahan ini didasari kekecewaan pada AS yang dinilai tidak berpihak pada Erdogan terkait dengan percobaan kudeta terhadap dirinya. AS menolak permintaan Erdogan untuk mengekstradisi Fethullah Gulen, yang olehnya dianggap sebagai dalang percobaan kudeta.


Perubahan kiblat politik Erdogan dari AS ke Rusia membuat peta politik berubah total. Posisi ISIS menjadi sangat tertekan dan terpojok, karena selama ini mereka memanfaatkan Turki sebagai pintu masuk-keluar untuk menyelundupkan milisinya. Kini, pintu itu tertutup dan mereka terperangkap di Suriah. Jatuhnya kota Aleppo ke tangan pemerintah Suriah tak terlepas dari faktor dan peranan Turki ini.  

Semakin dekatnya persahabatan politik antara Turki dan Rusia menjadi faktor yang membuat Turki semakin menjadi sasaran aksi teror, termasuk oleh ISIS. Kiprah Turki yang semakin aktif memberantas ISIS di Suriah, membuat kelompok ini menjadikan Turki sebagai skala prioritas aksi terornya.

Di dalam negeri, perubahan kiblat politik Erdogan ini membuat posisi politiknya semakin rentan. Beberapa faksi politik dan kelompok kemerdekaan Kurdi akan memanfaatkan momen ini untuk menggoyang Erdogan dari kursi kekuasaan.

Melihat peta politik diatas, teror yang melanda Turki belakangan ini bagian dari resiko dan konsekuensi politik yang dihadapi Erdogan sebagai imbas perubahan kiblat politiknya ke Rusia.  

Teror di klub malam Reina bisa saja bukan aksi teror terakhir. Masih mungkin akan ada teror-teror lainnya yang ditujukan untuk menekan Erdogan secara politis agar goyah, atau setidaknya merubah haluan politiknya untuk tidak berkiblat ke Rusia.[***]


Penulis merupakan ketua Pusat Studi Hubungan Indonesia-Timur Tengah; Kolumnis di Kompas, Media Indonesia, majalah Tempo dan pengamat politik Timur Tengah

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya