Berita

Net

Pesan Kunci

Banyak Sejarah Baru Di 2016

SABTU, 31 DESEMBER 2016 | 18:20 WIB | OLEH: HENDRI SATRIO

DI 2016 banyak sejarah baru tercipta dalam dunia politik Indonesia. Tentu saja setiap sejarah juga melahirkan aktor yang berperan dan hadir dalam sejarah itu.
‎
‎1. Dalam setahun ada dua kali pergantian ketua DPR-RI. Ini mudah-mudahan tidak pernah terjadi lagi. Kendati Ade Komarudin dan Setya Novanto keduanya adalah loyalis kuat Jokowi tapi nampaknya keberpihakan Jokowi lebih banyak ke Setya Novanto

‎2. Dukungan Jokowi di legislatif menguat tajam. Dengan bergabungnya PAN dan GOLKAR maka dukungan partai politik kepada pemerintah menjadi mayoritas. Sayangnya dukungan kuat ini belum dengan maksimal dimanfaatkan Presiden Jokowi. Mungkin bila Presiden kembali akan merombak kabinetnya kinerja maksimal kabinet berbasis parpol akan meningkat‎


3. Balada Arcandra. Catatan sejarah terhadap Arcandra mungkin akan terus diingat dalam sejarah perombakan kabinet. Arcandra ketika diangkat sebagai menteri ESDM ternyata masih berpaspor Amerika Serikat. Mungkin Arcandra lah satu-satunya WNA yang sukses menjadi menteri di negeri ini. Drama berakhir dengan diangkatnya Arcandra sebagai wakil menteri ESDM mendampingi Ignasius Jonan yang sebelumnya sudah diberhentikan sebagai Menteri Perhubungan.
‎
4. Cakar Rajawali Ngepret terhenti di Kabinet Kerja. Diberhentikannya Rizal Ramli dari kabinet kerja banyak dicitrakan karena menteri senior ini dianggap berseberangan dengan kebijakan reklamasi Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Presiden Jokowi yang memiliki hubungan dekat dengan Ahok dicitrakan terusik dengan cakar Rajawali yang terlalu tajam ini.

5. Geliat Cikeas dan Gebrakan Kertanegara di Pilkada Jakarta. Saat PDIP memutuskan untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama di Pilkada Jakarta banyak pihak sudah menganggap Pilkada di Ibukota sudah selesai. Tapi epicentrum Cikeas yang dikomandoi SBY dan epicentrum Kertanegara yang dipimpin Prabowo "menolak" memberikan kemenangan dini pada Ahok. Bila menangpun Ahok dicitrakan akan berkeringat dalam perhelatan Pilgub ini. SBY menyodorkan duet Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni sementara Prabowo mengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

6. Trump mengalahkan Hillary di Pilpres Amerika Serikat. Kemenangan Trump ini jelas menjadi ‎catatan sendiri bagi politik dunia. Akan menarik menunggu strategi Jokowi memanfaatkan ini apalagi sudah menjadi rahasia umum Trump memiliki beberapa teman dekat di Indonesia.

7. Aksi 411 dan 212. Masyarakat Indonesia pasti tidak akan lupa dengan dua aksi ini. Akibat aksi ini pula lah rakyat Indonesia mulai melihat kemunculan tokoh-tokoh baru yang berpotensi menjadi tokoh nasional. Suka atau tidak suka Gatot Nurmantyo dan Habib Rizieq adalah ‎nama baru yang muncul mentereng akibat dua aksi itu. Lantaran aksi inipulalah muncul isu dugaan makar kepada pemerintah. Kata "makar" sendiri sudah lama tidak terdengar sejak rezim Orde Baru tumbang. Aksi ini pulalah yang mencatatkan pergantian Ketua DPR kedua kali lantaran Ade Komarudin (Ketua DPR saat itu) yang dekat dengan kekuatan Islam dicitrakan tidak ideal bagi pemerintah.

Pada 2017 menarik dinantikan dinamika politik Indonesia.

1. Isu Perombakan Kabinet yang akan diinisiasi Presiden merebak di akhir 2016. Isu ini tidak mungkin muncul begitu saja ke permukaan. Sudah menjadi cirikhas Jokowi yang sering melempar isu ke masyarakat dan kemudian mempelajari reaksi masyarakat. Nah, untuk perombakan kabinet nampaknya Rakyat mempersilahkan saja.

2. Trump jadi Presiden Amerika Serikat akan jadi topik yang dinanti. Bagaimana Indonesia dan dunia menghadapi Trump di 2017 nanti?‎

3. Siapkah Jakarta menerima Gubernur Baru? Siapapun pemenang Pilgub Jakarta, tidak ada satupun dari peserta Pilgub yang pernah menang sebagai Gubernur Jakarta, termasuk Ahok yang hanya menang sebagai Wagub di Pilgub 2012 lalu.

Tentu saja ini catatan subjektif Hendri Satrio, anda tentu saja boleh berbeda. [***]


(Penulis adalah pengamat politik, pendiri Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia)


Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya