Berita

Jenderal Tito Karnavian/Net

Wawancara

WAWANCARA

Jenderal Tito Karnavian: Jangan Asumsikan Ada Yang Menyuruh Atau Tidak, Ini Perampokan Dengan Pembunuhan

JUMAT, 30 DESEMBER 2016 | 10:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Mengapresiasi kinerja Polda Metro Jaya yang bergerak cepat menangkap pelaku pembunuhan sadis keluarga Dodi Triono di Pulomas, Jakarta Timur. Menurut Tito, prestasi itu luar biasa.

"Kesigapan Polda Metro da­lam satu hari bisa ungkap itu luar biasa," kata Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Menurut Tito, proses penangkapan yang cukup cepat ini berkat kemampuan polisi yang bagus. Anggotanya dinilai bisa mengolah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan baik, memanfaatkan Closed Circuit Television (CCTV) di sana.


"Mobilnya kelihatan CCTV, kemudian wajah pelakunya juga kelihatan lebih jelas. Dengan memanfaatkan jaringan infor­masi yang cepat sekali, pelaku yang merupakan pemain lama langsung bisa terendus," terang bekas Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu. Berikut pernyataan Jenderal Tito;

Pelaku mana yang merupa­kan pemain lama?
Saya tadi malam sudah menda­patkan nama itu, yang bersang­kutan adalah Ramlan Butarbutar (RB) yang terlihat di kamera tersembunyi (CCTV) kakinya pincang. Zaman saya menjabat Kasat Serse Polda Metro dia sudah "main". Sekarang main lagi, padahal sudah tua. Dulu kami menyebutnya 'Grup Korea Utara'. Nongkrongnya di Bekasi atau Pulogadung.

Modus operandinya seperti apa?
Modusnya di hari-hari libur mereka lakukan patroli. Begitu ada rumah pagarnya terbuka, mereka langsung masuk. Dia memang dikenal sebagai pelaku pencurian disertai dengan kekerasan.

Berarti kasus Pulomas murni perampokan dengan kekerasan?

Karena ada barang yang hilang,yaitu emas, maka semen­tara ini motifnya perampokan. Tapi sekarang sedang kami dalami. Saya belum bisa jawab pastinya, karena belum didalami lebih lanjut.

Ada kemungkinan kasus ini berkaitan dengan kehidupan pribadi pemilik rumah?
Jangan asumsikan apakah ada yang menyuruh atau tidak, ini jelas perampokan disertai pembunuhan.

Apakah Kepolisian su­dah mengetahui alasan para pelaku menyekap para korban di kamar mandi?
Soal kenapa harus disekap, itu juga menjadi pengembangan kami ke pelaku yang ditangkap. Perlu diketahui ruangan yang untuk menyekap itu tidak ada ventilasinya dan itu WC yang dipakai untuk pembantu rumah tangga.

Barang bukti apa saja yang sudah diamankan?
Barang bukti yang diamankandari Erwin uang Rp 3,4 juta dan empat lembar uang Thailand. Selain itu kami juga mengamank­an telepon genggam Nokia warna hitam, dan satu lagi bermerek China. Tak hanya itu, ada jaket kulit warna hitam, tas warna cokelat, topi warna abu-abu, dan STNK Yamaha Yupiter MX nomor polisi B 6769 EIX atas nama Siti Maria juga.

Sementara untuk barang bukti yang diamankan dari Ramlan, adalah topi hitam, dua telepon genggam merek Samsung, satu merek Blackberry warna hitam, kunci motor Yamaha, kunci motor Honda, kacamata, jaket, kemeja putih, uang Rp 6,3 juta, dan jam Rolex warna silver.

Kronologi penangkapannya seperti apa?
Dari hasil analisa CCTV kami menympulkan, pelaku adalah Ramlan Butarbutar. Hal tersebut sesuai dengan keterangan ter­sangka Philip Napitupulu yang sebelumnya telah diamankan atas kejadian sebelumnya.

Lalu?
Polisi kemudian mencari ke­beradaan Ramlan yang akhirnya ditemukan di rumah kontrakan milik Kimley, Jalan Kalong, RT 08 RW 02, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat. Penangkapan dilakukan pada Rabu 28 Desember 2016 pukul 14.50 WIB, tim gabungan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur, dan Polresta Depok.

Kenapa tersangka sampai ditembak?
Saat polisi akan menangkap, Ramlan dan Erwin berusaha kabur dari kejaran. Anggota ke­mudian memberikan tembakan peringatan, tapi tidak digubris oleh para tersangka. Sehingga kami terpaksa melepaskan tem­bakan. Satu pelaku tewas karena kehabisan darah setelah ditem­bak. Pelaku tewas itu adalah Ramlan Butarbutar, alias RB.

Pasal apa yang dikenakan kepada para pelaku?

Dikenakan pasal 338 KUHP juncto 363 KUHPdan 333 KUHP, jadi dikenakan pasal pembunuhan, perampasan harta dan penculikan atau penyeka­pan. Ketiga pasal itu diberikan karena unsur pembunuhan, pen­curian dan penyekapan terpenuhi dalam kasus ini. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya