Berita

Sutopo Purwo Nugroho/Net

Nusantara

Selama 2016, 522 Orang Meninggal Dunia Akibat Bencana

JUMAT, 30 DESEMBER 2016 | 06:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.342 bencana terjadi sepanjang 2016. Data BNPB menyebutkan kejadian bencana tahun ini merupakan tertinggi sejak kurun waktu 14 tahun terakhir. Kejadian bencana meningkat 35 persen dibandingkan tahun 2015.

"Dampak yang ditimbulkan bencana selama 2016 cukup besar. Bencana menyebabkan 522 jiwa meninggal, 3,05 juta jiwa menderita dan mengungsi, sekitar 70 ribu rumah rusak dan kerugian ekonomi mecapai puluhan triliun rupiah," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (30/12).

Bencana telah mengakibatkan penderitaan masyarakat. Sutopo menekankan pentingnya pengarusutamaan budaya sadar bencana. Menurutnya, pengetahuan masyarakat mengenai bencana mulai tumbuh pascabencana tsunami Aceh 2004. Pengetahuan kebencanaan meningkat signifikan. Namun, pengetahuan tersebut belum menjadi sebuah sikap dan perilaku.


"Secara umum budaya sadar bencana di masyarakat masih rendah. Kita masih sering mengabaikan aspek risiko bencana dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya masih sangat minim kontruksi rumah tahan gempa yang dibangun masyarakat maupun swasta. Saat terjadi gempa korban berjatuhan dan dampak ekonominya besar. Gempa M 6,5 di Pidie Jaya termasuk gempa menengah. Tapi korbannya 103 jiwa meninggal, ratusan luka, lebih dari 11 ribu rumah rusak dan kerugian ekonomi mencapai Rp 2,94 triliun. Bandingkan dengan gempa M 7,8 dengan epicentrum di darat di New Zealand tetapi hanya menimbulkan korban 2 jiwa meninggal dunia karena pemerintah dan masyarakat sangat taat terhadap building code bangunan tahan gempa. Kita perlu mewujudkan budaya sadar bencana, mengingat jutaan masyarakat Indonesia terpapar potensi bahaya yang berujung bencana," paparnya.

Sutopo mengatakan bahwa bencana secara langsung telah menurunkan kualitas hidup masyarakat. Pada tahun ini, berbagai bencana menyebabkan sekitar 3,05 juta warga mengungsi dan 69.287 rumah rusak. Dari jumlah kejadian bencana, 92 persen didominasi bencana hidrometeorologi pada tahun ini, seperti banjir, longsor, dan puting beliung.

"Bencana dapat memicu peningkatan angka kemiskinan. Sebagian besar bencana menimpa masyarakat yang miskin. Bencana melanda daerah-daerah rawan bencana yang menyebabkan keluarga miskin meningkat karena gagal panen, kehilangan aset produksi dan terganggunya kehidupan sehari-hari," ujarnya.

"Beberapa penelitian di daerah langganan bencana, menunjukkan bahwa keluarga miskin yang terkena bencana, kehidupannya lebih sengsara pascabencana. Dapat dibayangkan apa yang dialami masyarakat di sekitar Sungai Bengawan Solo yang rata-rata 5 kali banjir setiap tahun, di Sampang 15 kali setiap tahun," tambah Sutopo.

Menyikapi tahun 2016, Sutopo menghimbau masyarakat untuk tetap optimis dalam penanggulangan bencana tahun depan. Kesiapsiagaan harus tetap menjadi prioritas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Pada 2017 nanti Sutopo mengingatkan masyarakat bahwa potensi bencana hidrometeorologi patut diwaspadai pada Januari hingga April, kemudian November dan Desember.

"Juni hingga Oktober perlu diwaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan, dan sepanjang tahun terhadap potensi gempabumi, tsunami dan erupsi gunungapi," imbuhnya.

Terkait dengan kebakaran hutan dan lahan (karhulta), tahun depan diprediksikan sebaran yang lebih kecil dibandingkan 2015. Perlu kewaspadaan pada wilayah-wilayah yang berpotensi ancaman karhulta seperti di wilayah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan beberapa di Kalimantan. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya