Berbagai kegaduhan yang terjadi sepanjang tahun 2016 begitu banyak menguras energi bangsa. Kegaduhan ini juga tidak hanya mengganggu fokus masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya tetapi juga akan memudahkan bangsa ini dilemahkan oleh berbagai kekuatan yang tidak ingin negara ini menjadi besar, religius, berbudaya dan maju.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Idris. Di antara kegaduhan itu, ungkap Fahira, adalah rekaman soal saham freeport; pengangkatan menteri yang kewarganegaraannya menjadi polemik; kebijakan full day school; dugaan penistaan agama oleh seorang pejabat publik; dan kelambatan merespon isu serbuan TKA Ilegal.
"Kalau kita saling menyalahkan tidak akan ada habisnya. Cobalah masing-masing elemen bangsa evaluasi diri ‘sumbangan kegaduhan’ apa yang sudah kita berikan selama 2016 ini agar bisa diperbaiki dan tidak terjadi lagi pada 2017," kata Fahira dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 29/12).
Dari semua elemen yang ada di negeri ini, Fahira mengharapkan Pemerintah yang merupakan elemen utama bangsa ini, bisa memberikan inspirasi kepada seluruh anak bangsa lainnya agar bersama-sama bergerak mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila dengan memperkuat jati diri dan karakter bangsa sesuai visi pembangunan nasional yang telah ditetapkan pemerintahan Jokowi-JK dalam RPJMN 2015-2019.
"Kalau di internal pemerintahan sendiri sering gaduh, bagaimana mau menginspirasi rakyat. Makanya jika pemerintahan ini bisa menjaga wibawanya, saya yakin semua persoalan bangsa ini, satu persatu akan terurai," tukas Senator Jakarta ini.
Fahira mengingatkan, bahwa tugas besar Pemerintah yaitu membentuk manusia yang bertaqwa, mematuhi aturan hukum, memelihara kerukunan internal dan antarumat beragama, melaksanakan interaksi antarbudaya, mengembangkan modal sosial, menerapkan nilai-nilai luhur budaya bangsa, dan memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia sebagai landasan spiritual, moral, dan etika pembangunan bangsa, hanya bisa tercapai jika pemerintah bisa menggerakkan semua elemen bangsa.
[ysa]