Berita

Sutopo Purwo Nugroho/Net

Nusantara

BNPB: Bima Terus Membaik Pasca Banjir Besar

RABU, 28 DESEMBER 2016 | 08:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Penanganan darurat pasca banjir besar di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat terus dilakukan oleh pemerintah dan unsur lainnya. Tanggap darurat masih ditetapkan hingga 5 Januari 2017.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melaporkan, aktivitas masyarakat sudah kembali normal dan penanganan pengungsi semakin membaik.

"Layanan listrik di Kota Bima sudah 99,5 persen menyala, 11 dari 12 gardu listrik yang mati sudah berhasil dinyalakan oleh PLN. Hanya satu gardu di Kapanta Kelurahan Nungga Kecamatan Rasanae yang belum menyala karena longsor," kata Sutopo dalam keterangannya pagi ini (Rabu, 28/12).


Layanan kesehatan juga sudah membaik, RSU PKU Muhammadiyah dan RS di STIKES sudah bisa beroperasi kembali. TNI menambah pelayanan kesehatan dengan membangun rumah sakit lapangan di Conventional Hall di Kota Bima. Rumah sakit lapangan ini didukung 80 petugas medis dan 205 personil serbaguna. Sejak kemarin RS Lapangan ini sudah melayani warga yang berobat sebnyak 80 orang.

Lanjut Sutopo, jalan-jalan protokol sudah bersih dari genangan dan lumpur. Saat ini 650 personil dari TNI, Polri dan relawan masih terus membersihkan lumpur dan lingkungan. Untuk mempercepat pembersihan posko mengerahkan 70 truk dan 5 excavator untuk mengangkut sampah serta sudah dibuka lokasi TPA baru. Disamping itu Posko juga akan mendistribusikan peralatan pembersihan seperti sekop, karung, karbol dan peralatan lainnya.

BNPB memberikan bantuan cash for work kepada BPBD Kota Bima untuk disalurkan kepad masyarakat yang terdampak langsung untuk membersihkan lingkungan dan rumahnya. Bantuan cash for work ini merupakan bantuan langsung kepada korban bencana agar mereka dapat memperoleh penghasilan dan meningkatkan ekonomi lokal karena masyarakat tidak dapat bekerja setelah terkena bencana.

"Cash for work ini sangat bermanfaat bagi warga dan sudah dipraktekkan di banyak penanganan bencana seperti erupsi Merapi, Sinabung, banjir Manado, gempa Pidie Jaya, banjir Bima dan lainnya," ungkap Sutopo.

Pembersihan sekolah juga sudah mencapai 50 persen. Ditargetkan pada tanggal 3 Januari 2017 semua sekolah sudah siap untuk digunakan kegiatan belajar mengajar. Untuk mempercepat sebagain petugas dan peralatan akan dialokasikan untuk membantu pembersihan sekolah.

Jumlah pengungsi juga sudah menurun menjadi 6.900 jiwa yang tersebar di 33 titik. Sebagian sudah pulang ke rumah masing-masing. Untuk melayani pengungsi dapur umum sudah bertambah menjadi 17 titik dengan kapasitas masak 21.700 bungkus per hari.

Sutopo menambahkan, mengingat kondisi peralatan rumah tangga masyarakat Kota Bima yang rusak maka BNPB menyerahkan bantuan 1.000 paket bantuan kidsware, paket sandang dan family kit. Paket kidsware untuk kebutuhan anak-anak seperti popok bayi, minyak telon, botol susu, sabun, shampoo, dll. Paket sandang berisi pakaian untuk laki-laki dewa, perempuan dewasa, anak laki dan perempuan. Sedang paket family kit berisi peralatan kebutuhan keluarga seperti sabun mandi, shampoo, paket P3K, botol air minum, pembalut, handuk, dan lain-lain.

"Hari ini juga BNPB mengirimkan 10.000 lembar sarung untuk diberikan kepada masyarakat terdampak," tukasnya.

Bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan. Stok logistik mencukupi hingga tujuh hari ke depan.  [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya