Berita

Zulkifli Hasan

Ketua MPR Berharap Pemimpin Nasional Lahir Dari Syabab Hidayatullah

SELASA, 27 DESEMBER 2016 | 13:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengharapkan Pengurus Pusat Pemuda (Syabab) Hidayatulah dapat melahirkan kader dan pemimpin bangsa. Syabab Hidayatullah bisa menjadi wadah bagi kaderisasi dan kepemimpinan.

"InsyaAllah pemimpin nasional lahir dari Syabab Hidayatullah," kata Zulkifli ketika membuka Musyawarah Nasional VI PP Syabab Hidayatullah 2016 di Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah di Batam, Selasa (27/12).

Zulkifli mendukung sepenuhnya kegiatan Hidayatullah yang bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah, dan ekonomi. Dengan bekal itu Syabab Hidayatullah siap menghadapi tantangan bangsa Indonesia.


Menurut Zulkifli, ada dua tantangan yang dihadapi yaitu pertama menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dan kedua menguasai ekonomi. Jika Syabab Hidayatullah tidak siap menghadapi tantangan itu maka bisa menjadi kuli di negeri sendiri dan di negeri orang.

"Seperti apa yang dikatakan Bung Karno, kita bisa menjadi kuli di negeri sendiri dan kuli di negeri orang," ujarnya.

Dalam 100 tahun ke depan, lanjut Zulkifli, kita bisa maju bila menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Jika tidak, kita mudah diadu domba dan dibohongi. "Itulah tantangan pertama," katanya.

Tantangan kedua adalah menguasai ekonomi. Syabab Hidayatullah harus mengerti kewirausahaan. "Saya lulus aliyah langsung berdagang," kata Zulkifli memberi contoh. Sebagai lulusan aliyah, kala itu Zulkifli sudah menghasilkan ratusan juta rupiah setiap bulan.

"Kalau sudah menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan menguasai ekonomi maka sudah bisa mengendalikan kekuasaan. Jika masih lemah dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta ekonomi, kita (umat Islam) akan kalah terus," paparnya.

"Itulah tantangan kita. Marilah umat Islam menyimpan perbedaan-perbedaan," ajaknya seperti dalam rilis Humas MPR.

Zulkifli juga minta Syabab Hidayatullah menyimpan segala perbedaan dan hanya mencari persamaan-persamaan. Perbedaan seperti perbedaan khilafiah seperti perbedaan menentukan idul fitri dan lainnya bukanlah substansial. Perbedaan itu tergantung pada keyakinan masing-masing.

Pembukaan Musyawarah Nasional VI Syabab Hidayatullah ini dihadiri Kepala BP Batam Hartanto Reksodiputro, Anggota MPR Asri Anas, Ketua Umum Syabab Hidayatullah, Ketua Umum Pengurus Pusat Hidayatullah.

Dalam kesempatan itu Zulkifli menandatangani prasasti pembangunan kampus utama Hidayatullah Batam. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya