Berita

Foto/Humas MPR

Ketua MPR Apresiasi Bantahan Jokowi Soal 10 Juta TKA Tiongkok

SENIN, 26 DESEMBER 2016 | 19:11 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Bantahan Presiden RI Joko Widodo bahwa 10 juta lebih tenaga kerja asing asal Tiongkok masuk ke Indonesia, menuai apresiasi dari Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

Ketua umum PAN bahkan mengaku bingung dengan informasi yang berkembang di media sosial tersebut.

"Saya juga kaget darimana itu jumlahnya, 10 juta orang masuk itu banyak sekali. Saya rasa tidak mungkin. Kalau ada, dimana 10 juta orang itu berada," katanya, usai menjadi narasumber Sosialisasi Empat Pilar MPR, di Universitas Muhammadiyah Purworejo, Jawa Tengah, Senin (26/12).


Namun, Zulkifli Hasan tidak memungkiri fakta adanya tenaga kerja asing asal Tiongkok masuk dan ada beberapa yang ditenggarai ditemukan melakukan beberapa tindakan tak patut dan kriminal seperti yang terjadi di Bogor.  

Untuk itu, lanjutnya, rakyat perlu sadar lingkungan. Jika ada warga baru masuk, masyarakat harus tahu siapa warga baru itu dan latar belakangnya serta legalisasinya.

"Saya sangat apresiasi pernyataan presiden menjelaskan ke rakyat soal masalah tersebut.  Tapi, tak cukup di situ, para menteri harus juga menjelaskan kepada rakyat, sebab masalah ini sudah sangat meluas dan membuat resah. Jangan semuanya ditimpakan kepada presiden dong, kasian dia. Para menteri dan kepala daerah harus bantu," tandasnya. [ian]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya