Berita

Net

Politik

Aksi Stage Diving, Agus Yudhoyono Melompat Dari Kampanye Tradisional

SENIN, 26 DESEMBER 2016 | 18:38 WIB | LAPORAN:

Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono kembali melakukan aksi moshing atau stage diving (loncat dari panggung), saat berkampanye di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada Sabtu kemarin (24/12). Aksi ini merupakan kali ketiga dilakukannya.

Pengamat digital marketing, Abah Raditya, mengatakan, Agus keluar dari tradisi kampanye politik mainstream. Dia mengkombinasikan kampanye konvensional, gimmick kreatif dan substansi.

"Sepintas Agus tetap lakukan lakukan kampanye politik mainstream, tapi ia lakukan modifikasi, kreatifitas dan terobosan-terobosan dalam konteks menemui kantong-kantong massa. Agus lakukan gerilya lapangan. Prinsipnya adalah serap aspirasi lalu ada modifikasi dengan ritual selfie dan sebagainya. Justru bergerilya dengan mendengarkan aspirasi rakayat dan diakhiri dengan berfoto bersama, Agus jadi makin tahu masalah di Jakarta," ucap Abah dalam keterangan persnya, Senin (26/12).


Menurut dia, Agus dan tim juga mengemas konsep gerilya lapangan ini menjadi sesuatu yang asik dan kekinian, mengikuti era baru. Dimana, lanjutnya, putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, melakukan stage diving, yang tak dilakukan calon lainnya.

"Meski dihina, stage diving ini sebenarnya gabungkan konsep uji kepercayaan dan libatkan massa atau audiensi. Stage diving hanya bisa dilakukan jika yang melompat percaya sama massa, juga massa percaya kepada yang melompat," ungkap Abah.

Pasalnya, dengan melakukan stage diving, lanjut dia, massa yang menangkap Agus, akan mendapatkan pengalaman yang selalu diingat. Sehingga menjadi bekal untuk pemilihan nanti.

"Menyambut Agus lompat dari panggung akan jadi pengalaman tersendiri buat massa. Dimana massa inu akan ceritakan ke saudara di rumah dan tetangganya. Kemudian menjadi perbincangan atau viral di lingkungkannya," tandas Abah.

Karenanya, masih kata dia, masyarakat yang ikut saat gerilya lapangan Agus, menunjukan mempunyai dan magnet, membuat orang-orang terpesona.

"Jadi, sebelum percaya pada ide dan visi, masyarakat perlu melihat sosok dan didengar aspirasinya. Ini melompat dari tradisi kampanye politik tradisional," pungkas Abah. [zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya