Berita

Hidayat Nur Wahid/Humas MPR

Tokoh Banten Punya Andil Besar Merdekakan Indonesia

SENIN, 26 DESEMBER 2016 | 12:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI bekerjama dengan Yayasan Rumah Pemberdayaan Masyarakat (RPM) Kota Tangerang Selatan, menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR, di Rumah Konseling, Jl. H. Saidin, Desa Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatana, Provinsi Banten, Senin (26/12).

Sosialisasi itu diikuti 200 peserta terdiri dari ibu-ibu anggota Majelis Ta'lim Kota Tangsel, pengurus dan anggoat Yayasan RPM beserta anggota binaannya Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Tangsel.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) hadir dan menjadi narasumber pada sosialisasi itu. Sebagai pemateri, HNW tidak sendirian, dia didampingi oleh Ahmad Sadeli Karim, anggota kelompok DPD MPR dari dapil Banten.


Dalam paparannya, HNW mengingatkan bahwa sosialisasi hari ini dimudahkan oleh Allah karena diselenggarakan bertepatan hari libur, banyak warga pulang kampung, sehingga untuk hadir di acara terhindar kemacetan.

Pada awal paparannya, HNW menyatakan, Sosialisasi Empat Pilar adalah hak bagi setiap warga negara Indonesia, supaya mengetahui hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kesempatan itu HNW mengingatkan bahwa kehadiran Empat Pilar tidak lepas dari andil putera Banten.

"Ada orang Banten yang ikut mempersiapkan Kemerdakan Indonesia," kata HNW. Dia adalah Prof. Raden Aryo Ahmad Husein Djajadiningrat.

Bukan hanya itu, menurut HNW, ada pula tokoh Banten yang menyelamatkan Indonesia. Itu terjadi ketika pada 18 Desember 1949 para pemimpin Indonesia, Bung Karno, Bung Hatta, Sutan Sjahrir ditangkap oleh Belanda dan ditawan di Bangka, maka muncullah putera Banten yang bernama Mr. Sjafroeddin Prawiranegara menyelamatkan Indonesia.

Mr. Sjafroeddin Prawiranegara, selain putera Banten, dia juga tokoh Islam anggota partai Islam Masyumi. Karena peran Sjaroedin Prawiranegara yang memproklamirkan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) sehingga memberi tahu dunia Internasional bahwa pemerintah Indonesia tetap ada, tidak bubar seperti digembar gemborkan penjajah Belanda.

Jadi, jelas HNW, tokoh Islam berada di garda terdepan dalam menyelamatkan Indonesia dari penjajahan Belanda. Selain toloh Banten, ada lagi tokoh Islam yang juga dari partai Islam Masyumi berperan besar dalam mengeluarkan para tokoh bangsa, Bung Karno, Bung Hatta dan lainnya, dari tahanan Belanda. Tokoh itu adalah Mr. Mohammad Roem. Melalui perundingan Roem-Van Royen, para pemimpin bangsa yang ditawan itu dibebas dari tahanan Belanda.

Jadi, dalam konteks ini, menurut HNW, para peserta jangan seolah-olah menganggap umat Islam tidak berperan dalam kemerdekaan Indonesia. "Peran umat Islam sangat besar," ungkap politisi senior PKS itu.

Selain itu, HNW juga mengingatkan bahwa Indonesia memang bukan negara sekuler dan bukan negara agama. Tapi, paham komunisme tidak bisa hidup di negara Indonesia. Sebab, dalam Pancasila, baik Pancasila 1 Juni, 22 Juni, maupun Pancasila  18 Agustus semuanya ada kata Ketuhanan. Itu artinya, yang tidak mengakui adanya Tuhan, tidak bisa hidup di Bumi Indonesia.

Lagi punya Tap MPRS No. XXV Tahun 1966 tentang larangan Partai Komunisme dan Penyebaran Paham Komunis masih tetap berlaku. Itu, Artinya, di Indonesia tidak boleh hidup yang tidak mengakui adanya Tuhan.

"Kalau Empat Pilar ini betul-betul dipahami maka kita akan semakin cinta negara Indonesia," tukas HNW, yang juga pernah menjabat ketua MPR. [rus]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya