Berita

Politik

PILKADA SERENTAK 2017

Lima Jurus Untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih

SENIN, 26 DESEMBER 2016 | 08:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ada lima jurus jitu untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilihan termasuk Pilkada Serentak 2017.

Lima jurus tersebut diharapkan dapat membantu merealisasikan target partisipasi pemilihan gubernur, bupati dan walikota yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yaitu sebesar 77,5 persen.

Lima jurus tersebut, yaitu pemetaan kantong pemilih, menentukan strategi pendidikan pemilih atas setiap klaster pemilih, menyiapkan bahan yang dibutuhkan, menggalang sinergi dengan entitas lain, dan mengingatkan strategi pemaparan.


"Kalau kantong pemilih sudah terpetakan maka sosialisasi dapat dilakukan secara efektif," kata Anggota KPU RI Sigit Pamungkas seperti dikabarkan laman KPU, Senin (26/12).

Sigit memberikan contoh strategi mengklaster pemilih menjadi sejumlah kelompok.

"Jika pemilih itu berjumlah 100 persen maka kita dapat pecah menjadi empat klaster misalnya kelompok pengajian 20 persen, kelompok SMA/sederajat 10 persen, PNS 5 persen dan sisanya pemilih yang tidak terafiliasi dengan entitas yang ada. Kalau kita sudah melakukan sosialisasi ke semua entitas itu maka kita dapat mengklaim sudah melakukan sosialisasi dengan tuntas," ujarnya.

Menurut dia, selama ini KPU tidak dapat mengklaim telah melakukan sosialisasi secara tuntas karena tidak memiliki peta pemilih. Setiap daerah peta pemilihnya bisa berbeda. Daerah dengan tingkat religiusitas yang tinggi maka angka pemilih yang terafiliasi dengan kelompok keagamaan akan tinggi dan afiliasi dengan kelompok sekuler menjadi rendah.

KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota juga perlu memahami psikologi sosial pemilih di daerahnya. Hal ini berkaitan dengan strategi yang efektif untuk pendidikan pemilih. Selain itu kata Sigit, yang tidak kalah penting membangun sinergi dengan entitas lain seperti pemerintah, partai politik, pengawas pemilu, pegiat pemilu dan media massa.

"Peningkatan partisipasi pemilih itu merupakan agenda kolektif. Karena itu kita perlu bersinergi dengan dengan pihak lain," tukas Sigit. [rus]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya