Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Polri Diminta Bantu Dirjen Imigrasi Monitor WNA Di Indonesia

SENIN, 26 DESEMBER 2016 | 07:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Semua stakeholder diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) yang berada di Indonesia.

Anggota Komisi III DPR RI Hasrul Azwar meminta kepada Polri ikut membantu Dirjen Imigrasi untuk mengawasi beradaan WNA Di Indonesia.

"Saya mohon Polri bantulah untuk mengawasi, walaupun sekarang ini tugas dari keimigrasian. Lupakan ego sektoral, mohon bantulah," kata Hasrul beberapa waktu lalu saat kunjungan kerja Komisi III ke Kepulauan Riau.


Dari hasil kunjungan kerja Komisi III ke Kepulauan Riau ditemukan perbedaan jumlah WNA yang datang dengan yang keluar.

"Selama 3 bulan terakhir dari China, yang masuk 780 orang tapi yang keluar lewat Batam lagi cuma 320 orang. Nah, sisanya kemana, lewat pintu mana itu belum diketahui," ungkap politisi PPP ini.

Lebih lanjut Hasrul mengungkapkan, Kepulauan Riau merupakan salah satu pintu masuk Indonesia yang sangat rawan karena letak geografisnya terdiri dari 96 persen perairan. Sehingga banyak WNA yang masuk secara ilegal melalui pelabuhan tikus dan tidak terdaftar di Imigrasi Indonesia.

Selain itu, Hasrul Anwar menyebutkan temuan Komisi III saat melakukan peninjauan ke TPI Harbour Bay dan TPI Sekupang, bahwa kunjungan wisatawan mengalami tren peningkatan seiring dengan berlakunya kebijakan pemberian bebas visa terhadap 169 negara. Menurutnya, hal tersebut perlu diantisipasi, mengingat visa turis bisa saja disalahgunakan oleh TKA untuk bekerja secara ilegal di Indonesia.

"Dari berbagai laporan dan pertemuan dengan pihak imigrasi, ada peningkatan tapi dibalik itu ada kerawanan terhadap bebas visa itu karena tempat tinggalnya tidak bisa dilacak. Misalnya, mereka yang pakai visa turis tetapi ternyata bekerja, nah ini perlu diwaspadai," tutur Hasrul.

Berdasarkan data dari Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Kepri, pada bulan Januari hingga November 2016 sebanyak 1.635.506 WNA yang masuk sedangkan yang keluar hanya 1.226.973 orang. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya