Berita

Nusantara

Kepala BNPB: Tanggap Darurat Banjir Bima Berjalan Sangat Baik

MINGGU, 25 DESEMBER 2016 | 23:24 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei memimpin rapat pasca bencana banjir di posko Walikota Bima, Nusa Tenggara Barat pada hari ini (Minggu, 25/12). D

"Daerah Bima memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik tetapi rawan bencana. Kejadian bencana banjir merupakan indikator tingginya daerah rawan bencana diperlukan mitigasi dalam pengurangan risiko bencana," kata Willem dalam rapat.

Ia menilai pemerintah daerah telah melaksanakan tanggap darurat yang sangat baik. Hal ini merupakan koordinasi pemerintah daerah dengan masyarakatnya berlangsung baik. Selain itu antusiasme masyarakat Indonesia untuk membantu sangat besar, harus dapat dikelola sebaik mungkin.


"BNPB akan membantu Pemda, yaitu dalam anggaran, peralatan, bantuan logistik yang sudah diberikan Rp 3,4 miliar, dan bantuan manajerial, yaitu didampingi oleh inspektorat utama," jelasnya.

Willem mengingatkan, penanganan korban pasca banjir sesuai arahan Presiden Jokowi yaitu agar memenuhi kebutuhan dasar, tangani pengungsi dengan sebaik-baiknya. Selain itu membuat pendataan peralatan yang dibutuhkan untuk pembersihan jalan, dan rumah warga. Hal lain yang perlu diperhatikan kebersihan umum, layanan pendidikan (perbaiki sarana pendidikan secepatnya), fasilitas kesehatan, dan fasilitas peribadatan.

"Upaya dalam penanganan jangka panjang normalisasi sungai, perbaiki drainase, dan perhatikan tata ruang," ujar Willem.

Sementara itu Walikota Bima, M. Qurais H. Abidin, mengatakan, logistik yang diadakan pihaknya dan bantuan dari para donatur terlihat berdatangan, seperti beras, mi instan, dan air mineral.
'
Penyaluran bantuan kepada korban bencana sudah dilakukan,  makanan siap saji, air bersih, dan pakaian layak pakai masih dibutuhkan oleh korban banjir," kata Qurais.[wid]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya