. Dalam rangka memperingati hari ibu yang diperingati setiap 22 Desember, DPP Taruna Merah Putih menggelar Panggung Ekspresi Cinta yang bertajuk "Surga Di Bawah Telapak Kaki Ibu."
Acara ini diisi beragam perlombaan seperti Lomba Menggambar Tingkat PAUD, TK, dan SD, Lomba Memasak dan Lomba Marawis. Selian itu pada kegiatan ini juga memberikan Penghargaan Ibu Teladan Inspiratif.
Acara yang digelar di Gedung Islamic Center Pemanukan pada Jumat (23/13) dihadiri oleh ribuan warga baik dari kalangan anak-anak, pemuda hingga ibu-ibu dari Kabupaten Subang. Selain itu, acara ini juga dimeriah oleh atraksi marching band dari MTS Darul Maarif Pemanukan dan MTS Al-Maarif Binong. Dan penampilan musik tradisional Jawa Barat Anglung dari SMPN 1 Subang.
Dalam kesempatan ini, TMP juga memberikan penghargaan kepada Ibu Teladan Inspiratif kepada lima wanita. Penghargaan tersebut berdasarkan hasil dari seleksi panitia kepada ibu- ibu yang tinggal di Kecamatan Pemanukan. Penilai berdasakan hasil dari pengerbanan dan dedikasinya untuk kecamatan pemanukan.
Entin ( 57 tahun ) salah satu nominasi penerima penghargaan ini merupakan wanita yang sudah 20 tahun mengabdi kepada kecamatan pemanukan untuk menjaga keamanan.
"Saya sudah 20 tahun mengabdi. Meski dengan gaji yang sangat kecil. Baginya memberikan yang terbaik itu yang utama," katanya.
Maka dari itu, dirinya sangat berterimakasih kepada TMP yang telah mengapresiasi usaha dalam menjalankan tugasnya sebagai petugas keamanan dengan menyematkan penghargaan sebagai ibu teladan inspiratif.
Ketua Umum DPP TMP Maruarar Sirait mengupkapkan tujuan diadakan acara ini selain untuk mengenang jasa ibu yang telah berkorban secara tulus membesarkan anak-anaknya. Acara ini juga bertujuan untuk mengembangkan potensi anak-anak muda. Menurutnya TMP sebagai organisasi sayap partai akan selalu konsisten melakukan pembinaan dalam upaya menumbuh kembangkan potensi yang dimiliki oleh pemuda.
Pada acara tersebut Maruarar juga berpesan kepada anak-anak agar menjadi generasi bangsa yang anggun dalam moral dan unggul dalam intelektual.
"Moral dan intelektual adalah kunci dalam membangun bangsa. Dan Hari Ibu tidak sekedar diperingati. Tapi ada aksi nyata yakni berbakti kepadanya dengan melakukan yang terbaik dan membanggakan mereka," demikian Maruarar.
[ysa]