Berita

Foto/Net

Nusantara

Bima Masih Banjir, Masyarakat Butuh Bantuan

JUMAT, 23 DESEMBER 2016 | 22:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Beberapa wilayah di Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat masih terendam banjir.

"Pukul 18.00 WITA banjir masih merendam beberapa wilayah di Kota Bima," kata Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, sesaat lalu, Jumat (23/12).

Bahkan, lanjut Sotopo, di beberapa tempat ketinggian banjir lebih tinggi dari banjir sebelumnya pada Rabu kemarin. Banjir yang paling parah terjadi di Kecamatan Asa Kota dan Kecamatan Rasa Nae Barat dengan tinggi banjir antara 1 sampai 1,5 meter.


"Listrik masih padam hingga malam hari sehingga kondisi gelap gulita. Hingga pukul 21.30 WITA, banjir sudah berangsur-angsur surut," ujar Sutopo.

Tambah dia, dua jembatan rusak berat diterjang banjir. Jembatan Penato'i yang menghubungkan Raba dan Kota Bima roboh sejak sore hari. Sedangkan jembatan Padolo yang menghubungkan Kabupaten Bima dan Kota Bima rusak berat setelah sebelumnya dipasang police line karena adanya keretakan.

Data sementara dari BPBD Kota Bima dilaporkan terdapat 593 rumah rusak berat, 2.400 rumah rusak sedang, dan 16.226 rumah rusak ringan.

"Diperkirakan jumlah rumah rusak akan bertambah mengingat pendataan belum selesai dilakukan. Ditambah dengan adanya banjir susulan. Dan hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa meninggal," ucap Sutopo.

Dilaporkan juga, meskipun sebagian banjir sudah berangsur surut, masyarakat belum berani kembali ke rumah karena khawatir banjir susulan mengingat potensi hujan masih akan terjadi di Bima dan sekitarnya.

Saat ini banyak masyarakat yang mengungsi di tempat aman seperti di masjid dan bukit di Penaraga, Rite, Santi, Tambana, Dana Traha, Bukit Jatiwangi, Bukit Kosambo Mande, Soncotengge, Bukit Penatoi, dan Dorolonda.

Sutopo menambahkan, masyarakat Kota Bima memerlukan bantuan mengingat belum semuanya menerima bantuan sejak banjir awal banjir. Baru sebagian bantuan didistribusikan mengingat banjir kembali merendam. Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah makanan siap saji, air mineral, air bersih, pakaian, selimut, tenda, tikar, matras, pelayanan medis dan obat-obatan.

Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin telah meminta bantuan kepada BNPB berupa logistik, permakanan, selimut, tenda, makanan siap saji, dan sandang. BNPB sedang menyiapkan bantuan logistik untuk dikirim ke Bima melalui dua cara yaitu dikirim dengan pesawat terbang dari Jakarta dan mengerahkan bantuan logistik dari Mataram.

"Sementara itu dapur umum sudah didirikan. Tim SAR sejak siang hingga sore tadi melakukan evakuasi. BNPB, BPBD, TNI, Polri, Tagana, PMI, Basarnas, SKPD, relawan, NGO dan masyarakat juga terus melakukan penanganan darurat," demikian Sutopo. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya