Berita

Politik

Maruarar Sirait: Jokowi Presiden Pertama Yang Berani Beri Dana Besar Untuk Desa

JUMAT, 23 DESEMBER 2016 | 06:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Pada era pemerintahan Jokowi-JK, spirit pemeratan pembangunan benar- benar berjalan. Hal tersebut dapat terlihat dengan kebijakan pemerintah yang berfokus pada pembangunan daerah terpinggir dan membangun desa sebagai basis kekuatan ekonomi rakyat.

Demikian disampaikan Anggota komisi XI DPR RI, Maruarar Sirait pada Acara Sosialisasi Penggunaan Dana Desa Untuk Mendorong Inisiatif Desa Membangun yang digelar di Gedung Graha Sindangkasih, Majalengka, Kamis (22/12).

Selain Ara, Acara sosialisasi ini mengundang sejumlah narasumber penting lainnya. Antara lain Eko Putro Sandjojo (Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi), Eddy Mulyadi Soepardi ( anggota III BPK RI), Ardan Adiperdana (Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan)dan Sutrisno (Bupati Majalengka). Acara dimoderatori langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Majalengka Yayan Sumantri, dan diikuti oleh 330 kepala desa sekabupaten Majalengka.


Menurut Politikus Muda PDI Perjuangan ini semangat membangun desa telah dibuktikan dengan pemberian Dana Desa. Pemberian Dana desa yang dimulai sejak tahun 2015 ini setiap tahun mengalami peningkatan.

"Pada tahun 2015 dana desa yang diberikan sebesar 20, 76 triliun. Tahun 2016 sebesar 49,98 triliun dan peningkatan ini hingga tahun 2019. Pemerintah akan mengucurkan dana desa sebesar 111,8 triliun," katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan dana yang sebesar ini harus memberikan manfaat yang besar untuk kesejahteraan rakyat. Maka dari itu pada acara sosialisasi ini diharapkan akan memberikan manfaat besar bagi pemerintah desa untuk mengelola dana desa dengan baik dan benar. Sehingga kekhawatiran selama ini terkait kesalahan pengelolaan keuangan desa tidak kembali terjadi.

"Saya tidak ingin masih ada aparat desa yang  tersangkut masalah  hukum. Dan anggaran desa ini tidak bermanfaat dan tidak ada  sinergis antara pusat, daerah, kecamatan dan desa," harapnya.

Bagi Ara, sejak negara ini berdiri dan sudah beberapa kali berganti kepemimpinan. Presiden Jokowi adalah presiden pertama yang berani memberikan dana desa yang begitu besar. Dan dia berharap agar dana ini bisa digunakan dengan baik dan benar sehingga  kesejahteraan masyarakat desa bisa terwujud.

"Hampir dari  800 desa saya kunjungi. Mendorong terbentuknya badan Usaha Milik desa berkembang," katanya.

Selanjutnya, Ara juga mengajak seluruh peserta agar saat memimpin mampu menciptakan sejarah baru yang gemilang. Yakni sejarah mewujudkan kehidupan masyarakat yang dipimpinnya lebih baik dan sejahtera.

"Ayo gunakan dana desa ini dengan baik dan benar. Agar bapak dan ibu mampu menorehkan tinta emas saat memimpin;" katanya.


Bupati Kabupaten Majalengka, Sutrisno, mengungkapkan bahwa anggaran desa yang diberikan pemerintah pusat apabila digunakan dengan baik dan benar akan memberikan manfaat yang besar dalam membangun desa.

Menurutnya, Indonesia sebagai bangsa agraris sudah semestinya pemerintah memberikan perhatian besar untuk berkembangnya pertanian. Maka itu, dana desa yang diberikan pemerintah pusat harus dipergunakan untuk pemberdaayan masyarakat, khusunya  bagi petani.

"Bangsa ini adalah bangsa agraris. Jika bangsa ingin sejahtera maka desa harus sejahtera," Katanya.

Lebih lanjut ia mengingatkan dana desa yang besar itu harus dibarengi dengan kemampuan aparatur desa untuk mengelola dan membuat pelaporan yang baik dan benar. Sehingga apa yang dikhawatirkan banyak kepala desa yang tersangkut masalah hukum tidak kembali terjadi.

"Tapi saya khawatir banyak aparat desa yang tersangkut masalah hukum karena ketidaktahuan dalam penggunaan dana desa," ujarnya.

Menurutnya bila dirancang dengan benar dan berdasarkan pada potensi yang dimiliki warganya dana desa akan  memberikan manfaat yang nyata. [ysa]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya