Berita

Foto: Net

Politik

Alasan Agus-Sylvi Selalu Unggul Survei

KAMIS, 22 DESEMBER 2016 | 18:52 WIB | LAPORAN:

RMOL. Ada sejumlah alasan yang membuat Agus Harimurti Yudhoyono selalu unggul dalam sejumlah survei terkait Pilkada DKI 2017 yang dilaksanakan bekangan ini.

Bagitu dikatakan pengamat politik Yunarto Widjaja dalam keterangannya, Kamis (20/12).

Alasan pertama, Agus dinilai punya kesempatan lebih besar untuk menaikan elektabilitas dengan cara pengenalan ketimbang rivalnya, Basuki Tjahaja Purnama dan Anies Baswedan.


"Ini tidak dimiliki Ahok dan Anies karena tingkat pengenalan mereka sudah mentok. Sementara Agus masih memiliki peluang. Logikanya ketika peluang pengenalan naik, maka elektabilitas juga naik," kata Yunarto.

Alasan lainnya, lanjut dia, kasus dugaan penodaan agama yang menimpa salah satu cagub, yaitu Ahok. Nama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan ayah Agus, kerap dikaitkan dengan aksi unjuk rasa itu mau tidak mau juga berdampak.

"Persepsi ini suka atau tidak menguntungkan Agus untuk mendapatkan limpahan suara dari basis pemilih yang dalam tanda kutip, asal bukan Ahok," kata Yunarto.

Nah, kata dia lagi, pasangan Anies dan Sandiaga kurang mendapatkan keuntungan dari isu itu. Sebab, pasangan itu cenderung memilih netral terkait kasus penodaan agama.

"Prabowo bahkan seakan-akan satu kubu dengan Jokowi dalam isu ini," kata Yunarto.

Alasan lainnya, pasangan Agus dan Sylvi juga mempunyai pasar pendukung yang kuat secara primordial. Salah satu contohnya, Sylviana sangat mungkin menggaet suara warga Betawi karena dia adalah warga Betawi. Lalu, latar belakang militer yang dimiliki Agus juga memberi keuntungan untuk mendulang suara.

"Kemudian bukan tidak mungkin basis masa Foke (Fauzi Bowo) di tahun 2012 cenderung merapatkan diri ke Agus dan Sylvi karena Foke dulu di Partai Demokrat. Itu yang menurut saya menyebabkan Agus berhasil mengambil momentum," tambah Yunarto.

Walau demikian, Agus belum bisa disebut unggul. Sebab tingkat elektabilitasnya masih beririsan dengan Ahok. Selisih margin of error tiap lembaga survei juga perlu diperhatikan.

"Jadi belum bisa disimpulkan secara statistik apakah Agus sudah unggul," kata Yunarto.

Sejauh ini, sudah ada 6 lembaga yang telah mengeluarkan hasil survei terhadap elektabilitas para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang bersaing dalam Pilkada DKI 2017. Keenam lembaga itu adalah Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA), Lembaga Survei Indonesia, Charta Politika, Poltracking, Indikator, dan Litbang Kompas.

Hampir semua survei menempatkan pasangan Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni di urutan pertama. Elektabilitas mereka disebut lebih tinggi daripada pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. [sam]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya