Berita

Politik

Gerindra: Pemerintah Gagal Soal Keimigrasian

KAMIS, 22 DESEMBER 2016 | 13:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Partai Gerindra menilai pemerintahan Joko Widodo gagal dalam menangani persoalan keimigrasian dan pengawasan tenaga kerja asing (TKA). Hal ini terlihat dari banyaknya tenaga kerja asing ilegal, termasuk dari China ke Indonesia.

Menurut Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono, Indonesia akan mengalami kerugian besar kalau aktivitas TKA dan WNA ilegal semakin banyak dan tidak bisa terdeteksi oleh negara.

"Kerugian tersebut diantaranya hilangnya kesempatan masyarakat Indonesia dalam memasuki lapangan kerja di berbagai sektor, baik informal maupun formal," kata Arief, Kamis (22/12).


Kerugian lainnya, menurunnya pendapatan para pemilik usaha di sektor niaga karena bersaing dengan WNA ilegal yang melakukan aktivitas perniagaan di pasar-pasar dan pertokoan.

Adapun kerugian yang dialami negara dari sisi ekonomi adalah tidak adanya penerimaan negara berupa pajak. "Sebab mereka saja masuk secara ilegal dan mana mungkin akan bayar pajak sebagai TKA dan WNA yang melakukan aktivitas niaga secara ilegal," tambah Arief.

Kerugian lain adalah ancaman epidemik bibit penyakit akibat tidak terkontrolnya WNA dan TKA masuk Indonesia. Pasalnya, mereka masuk ke Indonesia tanpa melalui kontrol karantina.

Arief menambahkan, melihat kondisi tersebut, pemerintah telah melakukan sebuah pembiaran.

"Dan ini pasti ada mafia besar yang diuntungkan dengan memasukan TKA dan WNA ilegal. Solusinya, pecat Menteri Tenaga Kerja dan Kepala Imigrasi," tukasnya. [rus]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya