Berita

Gedung KPK/Net

Hukum

Pengembangan Kasus Damayanti, KPK Periksa Pejabat Hingga Staf Ahli DPR

RABU, 21 DESEMBER 2016 | 13:00 WIB | LAPORAN:

. Direktur Jembatan Ditjen Binamarga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian serta mantan Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitasi Jalan Daerah (JBHPDFJD) Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Subagyo masuk dalam jadwal pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jurubicara KPK Febri Diansyah menjelaskan pemanggilan Jailani untuk diperiksa sebagai saksi tersangka Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng terkait pengembangan kasus dugaan suap program aspirasi untuk proyek jalan di Kementerian PUPR.

Selain itu, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap pegawai negeri sipil Kementerian PUPR Achmad Gani Ghazaly Akman dan staf anggota komisi V DPR RI Jailani.


"Yang bersangkutan juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SKS (So Kok Seng)," ujar Febri di Kantornya, jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (20/12).

Diketahui dalam kasus ini, sudah enam orang yang terseret menjadi terdakwa. Dua diantaranya adalah Anggota Komisi V DPR.

Mereka yakni, Damayanti Wisnu Putranti dari Fraksi PDIP, Budi Supriyanto dari Fraksi Golkar. Sementara yang lainnya adalah Direktur PT Windhu Tunggal Utama, Abdul Khoir, Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary serta dua rekan Damayanti, Dessy A. Edwin dan Julia Prasetyarini.

Tak berhenti sampai enam terdakwa, KPK kembali menetapkan dua orang tersangka. Mereka adalah anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PAN, Andi Taufan Tiro, kemudian untuk Komisaris PT Cahaya Mas, So Kok Seng alias Aseng.

Penetapan Aseng merupakan pengembangan kasus dugaan suap proyek jalan Kementerian PUPR tahun 2016. [rus]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya