Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pemerintah Harus Tetap Utamakan Penangkapan Sisa-Sisa Pengikut Santoso Di Poso

RABU, 21 DESEMBER 2016 | 10:16 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintah harus segera menuntaskan pengejaran sisa-sisa kelompok Santoso yang masih tersisa di pegunungan Poso Pesisir dan sekitarnya. Intensitas pengejaran sisa-sisa kelompok Santoso jangan sampai kendur paska tertembaknya Santoso beberapa waktu lalu.

"Intensitasnya jangan menurun, pemerintah pusat harus tetap prioritaskan penangkapan seluruh sisa-sisa pengikut Santoso di hutan-hutan itu, tetap digempur secara besar-besaran. Jangan kelamaan. Poso mau membangun, muncul lagi masalah itu-itu saja. Balik lagi ke titik nol kita ini," kata tokoh muda Poso, Rizal Calvary Marimbo, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 21/12).

Marimbo mengatakan, setelah Santoso tertangkap semestinya diikuti operasi besar-besaran untuk menyelesaikan masalah keamanan di Poso. Sebab setelah Santoso tertangkap, kelompok teroris ini melemah dan kehilangan motivasi.


"Namun, kelompok ini sempat melakukan konsolidasi sebab banyak ruang gerak terbuka lalu mengadakan perlawanan," katanya.
 
Diketahui, satu anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) tewas dalam kontak senjata antara Tim Nanggala 8 Satuan Tugas Tinombala dan Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Kampung Maros, Desa Maranda, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Selasa kemarin (20/12).

Anggota TNI tersebut bernama Pratu Yusuf Bahrudin.  Satgas Tinombala dibentuk untuk melumpuhkan dan menangkap jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur yang dipimpin Santoso. Santoso sendiri tewas setelah baku tembak dengan satgas pada 18 Juli lalu. [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya