Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Helicity, Transportasi Alternatif Plus Pengalaman Baru Jakarta-Bandung

SELASA, 20 DESEMBER 2016 | 10:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Volume kendaraan di Tol Cipali meningkat hampir 150 persen pada liburan natal 2015 dan tahun baru 2016. Kemacetan panjang juga dialami oleh pengendara yang melewati tol Jagorawi menuju Bandung. Waktu tempuh Jakarta-Bandung yang normalnya hanya antara 3-4 jam, harus ditempuh hingga belasan jam.

Kemacetan tersebut terus menghantui setiap menjelang libur panjang, seperti libur natal dan akhir tahun yang sudah di depan mata.

Kemacetan saat menjelang liburan memang selalu meningkat sekian kali lipat dibandingkan hari biasa. Meskipun sebenarnya kemacetan sudah cukup akrab bagi warga yang tinggal di kota-kota besar di Indonesia, seperti kota di Jabodetabek maupun Bandung.


Agus Puji dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pernah menyebutkan beberapa indikator penyebab kemacetan di beberapa kota metropolitan di Indonesia. Kawasan Jabodetabek misalnya, di balik pertambahan jalan termasuk jalan Tol sebesar 1 persen pertahun, sangat tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan yang mencapai 11 persen pertahun. Kemudian dari rata-rata 7 juta penduduk Jabodetabek yang melintas jalan raya, terdapat 3 juta lebih yang menggunakan kendaraan pribadi.

Hal yang kurang lebih sama juga dialami oleh Bandung. Pertambahan penduduk sebesar 1,16 persen pertahun sejalan dengan pertumbuhan kendaraan pribadi. Selain itu Bandung merupakan tujuan wisata favorit terutama dari warga Jabodetabek karena jarak yang relatif dekat.

Setiap akhir pekan ada kurang lebih 22 ribu kendaraan pribadi dari Jakarta yang masuk ke Bandung. Walikota Bandung, Ridwan Kamil pernah menyatakan bahwa setiap akhir pekan ada kurang lebih 3 juta warga Jakarta yang datang ke Bandung.

Kemacetan panjang tentu sangat menguras stamina dan kesabaran. Belum lagi waktu yang terbuang di jalan, padahal liburan tersebut bertujuan untuk membuang penat setelah bekerja. Hal tersebut tentu meninggalkan pertanyaan, bagaimana untuk bisa pergi ke Bandung dengan nyaman dan cepat bagi warga yang tinggal di Jakarta.

Secara umum ada beberapa moda transportasi yang selama ini banyak dipergunakan untuk menuju Bandung. Selain kendaraan pribadi, transportasi umum menjadi pilihan yang cukup bijak. Di sini ada banyak pilihan, mulai dari Kereta Api, Bus antar kota, Travel hingga transportasi udara (pesawat terbang).

Transportasi darat terutama moda transportasi jalan raya menjadi moda yang paling umum di pakai. Tetapi kemacetan menjadi hambatan yang nyaris tidak bisa dihindari.

Berharap perubahan cepat dalam pola kebudayaan penggunaan kendaraan pribadi yang bijak untuk mengurangi moda transportasi pribadi, rasanya akan sama lamanya dengan munculnya transportasi darat yang massal, terintegrasi, aman dan nyaman.

Berikutnya ialah moda transportasi udara. Angkutan udara menjadi pilihan ketika kecepatan dan efisiensi waktu sangat dibutuhkan. Kemudian moda ini juga tidak mengenal kemacetan. Waktu tempuh Jakarta-Bandung hanya sekitar satu ja

Selain pesawat terbang, masih ada transportasi udara dari Jakarta ke Bandung yaitu dengan menggunakan Helikopter. Moda ini lebih dikenal dengan nama helicity.

Sayangnya, pemanfaatan helikopter dari Jakarta menuju Bandung belum banyak diketahui oleh umum. Padahal waktu tempuh yang diperlukan dari Jakarta menuju Bandung hanya sekitar 45 menit. Waktu yang pendek, bebas macet dan tentu saja, naik helikopter akan meninggalkan pengalaman tersendiri.

"Perjalanan yang cepat, nyaman, aman dengan helikopter menjadi alternatif layak untuk digunakan oleh masyarakat. Saat ini helikopter sudah dinikmati oleh berbagai kalangan tidak hanya orang yang berkantong tebal saja," kata Marketing and Business Development Director, PT Whitesky Aviaton, Ari Nurwanda dalam keterangannya, Selasa (20/12).

Satu helikopter bisa membawa empat penumpang secara bersamaan. Tentu saja ini akan bisa mengakomodasi keluarga yang ingin berlibur, atau rombongan kecil yang akan berlibur bersama. Di tengah keterbatasan transportasi Indonesia, helikopter juga bisa menjadi pengalaman baru dan menjadi harapan bagi transportasi antar kota di Indonesia.

Menurut Ari Nurwanda, perjalanan menggunakan helikopter akan menjadi tren ke depan karena masyarakat sudah dihadapkan dengan kemacetan parah di berbagai kota besar di Indonesia. Helikopter akan menjadi moda transportasi alternatif. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya