Berita

Diyah Puspitarini/Net

Politik

Nasyiatul Aisyiyah Kecam Tragedi Kemanusiaan Di Suriah

SELASA, 20 DESEMBER 2016 | 08:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Organisasi perempuan muda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah turut prihatin atas kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Aleppo, Suriah.

"Turut berduka cita atas tragedi kemanusiaan dan runtuhnya peradaban di Aleppo," ucap Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini, Selasa (20/12).

Diyah memaparkan serangan udara yang membabi buta di Aleppo tidak hanya menyebabkan banyak korban tewas, tapi mereka yang terluka tidak mendapat akses kesehatan yang memadai akibat hancurnya fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, dan anak-anak tidak mendapat akses pendidikan karena hancurnya sekolah dan keadaan yang tidak aman.


Warga Aleppo juga banyak yang mengalami malnutrisi akibat keterbatasan makanan. Musim dingin juga membuat mereka makin menderita.

"Duka kemanusiaan ini adalah duka seluruh umat manusia. Apa yang terjadi di Suriah hendaknya dapat menjadi spirit bagi setiap anak bangsa untuk membangun kedamaian dan kebersamaan hidup dalam bingkai kebhinekaan," ujar Diyah.

Konflik berkepanjangan di Suriah telah memakan banyak korban dari kalangan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Menurut Diyah, yang paling menderita dalam setiap konflik adalah perempuan dan anak. Konflik yang telah berlangsung lebih dari lima tahun membuat perempuan dan anak di Suriah banyak mengalami tindak kekerasan.

"Kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak dalam konteks apapun tidak dapat dibenarkan," tegasnya.

Menurut NGO Summary Report yang dirilis pada 2016 oleh Women's International League for Peace and Freedom (WILPF), pelecehan seksual, perkosaan, dan penculikan banyak terjadi pada perempuan Suriah seiring dengan meningkatnya ekskalasi konflik. Akibatnya, banyak terjadi kehamilan tak diinginkan. Sebagian lainnya terjebak pada praktek perdagangan orang dan prostitusi akibat kondisi ekonomi yang sulit.

Sementara anak-anak Suriah, menurut laporan UNICEF tidak luput dari tindak kekerasan, seperti perekrutan dalam kelompok bersenjata, eksploitasi, dan pelecehan, termasuk pernikahan anak dan pekerja anak.

Jutaan penduduk Suriah yang hidup dalam pengungsian sebagian besarnya adalah perempuan dan anak. Pengungsi Suriah yang hidup dalam keterbatasan, baik sebagai pengungsi domestik (displacement) ataupun sebagai pengungsi lintas batas (refugee), menurut Diyah perlu dipenuhi kebutuhan dasarnya. Mereka membutuhkan uluran bantuan kemanusiaan dari dunia.

"Karena itu, mari kita membantu sebisanya baik melalui doa ataupun uluran tangan melalui LAZISMU terdekat, ajak Diyah. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya