Berita

Djarot Saiful Hidayat/Net

Politik

Djarot Didoakan Bawa Kemaslahatan Bagi Jakarta‎

MINGGU, 18 DESEMBER 2016 | 22:35 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Sekitar 5.000 masyarakat Jakarta Timur hadir dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Zikir Akbar di Stadion Rawamangun, Minggu sore (18/12).
‎
Ketua Panitia Zikir Akbar Mochtar Mohamad dalam sambutannya menyampaikan, doa umat manusia termasuk melalui zikir dan mujahadah serta manaqib adalah harapan untuk suatu kemaslahatan. Oleh karena itu, Mochtar sekaligus juga minta didoakan agar Djarot yang dinilainya figur jujur dan pekerja keras bisa mengabdi dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta.

"Selaku ketua dewan penasihat Jamaah Manaqib Majelis Zikir Albagdadi, saya titip Pak Djarot untuk mengabdi di Jakarta. Mudah-mudahan ke depan Pak Djarot membawa kemaslahatan masyarakat DKI Jakarta. Apalagi, beliau adalah figur yang paham betul bagaimana mengimplementasikan Tri Sakti Bung Karno, bagaimana dalam memimpin menerapkan konsep berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya," katanya.‎‎


Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat turut hadir dalam acara yang diinisiasi Ketua Dewan Penasihat Jamaah Manaqib Majelis Zikir Al Bagdadi, pimpinan Abah KH Junaedi Al Bagdadi, Karawang.

Dalam sambutan seusai zikir akbar, Djarot menyampaikan berbagai upaya yang dilakukan masyarakat melalui doa bersama telah menunjukkan betapa Islam adalah agama yang sangat damai, sejuk, dan indah serta toleran. Itu semua, menurut Djarot, menunjukkan bahwa Indonesia dalam bingkai kesatuan dan persatuan sangat luar biasa meskipun masyarakatnya heterogen dan beragam.

Bahkan, meski saat ini ada konstelasi kompetisi Pilkada DKI Jakarta, tetapi hal itu tidak akan merusak bingkai kesatuan dan persatuan Indonesia sebagai suatu bangsa yang beragam.

"Saya mengerti saat ini memang sedang ada konstelasi kompetisi, tentu kita berharap persaingan berjalan dengan baik, mengedepankan kinerja kita, latar belakang kita, visi misi kita. Dan persaingan itu, idealnya tidak dikotori unsur SARA. Biarlah rakyat Jakarta yang sangat cerdas memilih pemimpin yang benar-benar bisa melayani, yang benar-benar bersih, dan tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan warga," kata Djarot, disambut tepuk tangan jamaah zikir akbar.

Djarot menyampaikan, dirinya dalam berbagai kesempatan turun ke bawah menyapa masyarakat Jakarta, termasuk ke masjid-masjid dan shalat berjamaah dengan warga. Dari sekian banyak dirinya berdiskusi dan menyapa langsung masyarakat, khususnya para marbot dan kuncen, mereka sangat merasakan betul dengan program pelayanan Pemda DKI selama ini. Termasuk program memberangkatkan umrah kepada para marbot dan kuncen.

"Saya selalu mendapatkan pesan salam agar disampaikan ke Pak Basuki, terima kasih dengan adanya kebijakan mengumrahkan para marbot dan kuncen.

Dirinya bersama Djarot juga selama ini secara konsisten menerapkan program Jakarta Sehat dan Jakarta Pintar.

"Kita tidak membeda-bedakan juga dalam program Jakarta Pintar dan Jakarta Sehat," ujarnya.

Untuk itulah, kepada para jamaah zikir Akbar, Djarot minta didoakan agar Jakarta yang saat ini sedang ada kompetisi agar diberikan kedamaian dan nanti diberikan suatu kepemimpinan dan pelayanan yang tulus melayani dengan kerja keras.

Dalam kesempatan tersebut, Djarot juga menyampaikan bahwa keragaman dan heterogenitas adalah takdir dari Tuhan dan itu merupakan rahmat. Namun, masyarakat Indonesia patut bersyukur karena keragaman masyarakatnya diikat oleh bingkai persatuan.

"Saya ditakdirkan sebagai muslim Jawa, kita semua sudah ditakdirkan masing-masing. Kita ditakdirkan Indonesia sebagai bangsa yang majemuk, heterogen. Ada yang dari Betawi, Jawa, Sunda, Sumatera. Tetapi kita diikat oleh satu persatuan yang luar biasa sebagai Indonesia yang dahsyat dan luar biasa. Kita cinta Tanah Air ini," pungkasnya. [wah] 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya