Berita

Nusantara

KPIS Peduli Perempuan Dan Anak Korban Gempa Aceh

SABTU, 17 DESEMBER 2016 | 08:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Komunitas Perempuan untuk Indonesia Sehat (KPIS) menurunkan satu tim bencana ke Pidie Jaya, Aceh yang merupakan wilayah terparah akibat gempa awal Desember silam.

Direktur Utama KPIS dr. Ni Nyoman Indira menyatakan KPIS bersama relawan dari Perempuan Aceh langsung turun untuk membantu para korban.

"Kami melakukan pengobatan gratis seharian penuh di Desa Sarah Panyang. Selain kami melakukan pengobatan gratis baik untuk laki-laki, perempuan, dan anak-anak, kami juga melakukan pemeriksaan ibu hamil," kata dia, Sabtu (17/12)


KPIS sangat fokus kepada kesehatan perempuan dan anak, baik kesehetan fisik, maupun kesehatan jiwa. Mereka pun juga melakukan trauma healing kepada anak-anak.

Suci Ananda yang merupakan Koordinator KPIS Wilayah Aceh juga menyatakan bahwa selain melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada korban, mereka juga melakukan trauma healing kepada anakanak korban bencana Gempa di Kelurahan Cubo. Di sana ada sekitar 70 anak yang senang sekali mengaji dan mereka kehilangan masjid mereka.

"Masjid mereka hancur dan roboh akibat Gempa. Oleh karena itu KPIS langsung turun untuk menghibur anak-anak yang masih merasakan trauma hingga mereka tidak berani untuk tidur di rumah," katanya.

Ditambahkan bahwa trauma pada anak-anak yang berkelanjutan bisa berakibat pada kondisi jiwa mereka. Mereka akan lebih mudah takut dan kaget terhadap sesuatu. Hal ini harus kita mulai bantu hilangkan dari sekarang. Mengingat, anak-anak adalah generasi penting yang akan terus bersekolah dan melanjutkan pembangunan aceh kelak di masa depan."

Aceh merupakan wilayah yang potensi terjadinya gempa. Hal ini yang menjadi salah satu fokus KPIS untuk memperkuat struktur di Aceh sebagai pendampingan kepada anak-anak dan perempuan di kala bencana.

"Jangan sampai mereka kehilangan hak-hak mereka dan tidak mendapatkan bantuan yang sangat dibutuhkan, seperti MP ASI, Pembalut, Pakaian bayi, dan sebagainya," tutup Suci Ananda.

Komunitas Perempuan untuk Indonesia Sehat atau KPI diinisasi oleh perempuan KAMMI pada tahun 2016. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya