Berita

Muhammad Asri Anas/Net

Generasi Muda Indonesia Harus Cinta Budaya Bangsa

JUMAT, 16 DESEMBER 2016 | 06:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Gabungan seni budaya dengan pemahaman kebangsaan menjadi metode Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Salah satunya dengan menggelar Pagelaran Seni Budaya Mandar di daerah yang sebelumnya bernama Kabupaten Polewali Mamasa (Polmas) dan berdasarkan Peraturan Pemerintah No.74 Tahun 2005 tanggal 27 Desember 2005 kini menjadi Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Empat Pilar MPR adalah, Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara)

Sosialisasi dengan tema "Pagelaran Seni Budaya Mandar dalam Rangka Peningkatan Nilai Kebangsaan" berlangsung di Lapangan Yayasan ASA, Desa Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Kamis (15/12). Sosialisasi dihadiri oleh anggota MPR RI dari kelompok DPD, Muhammad Asri Anas, KH. Muhammad Syibli Sahabuddin, dan Camat Tapango Muhammad Dinar, Kepala Desa Tapango, tokoh masyarakat serta ratusan undangan dari berbagai pelosok Tapango, Kabupaten Polewali Mandar.


Saat membuka pagelaran, Asri Anas mewakili Pimpinan MPR dalam sambutannya mengatakan, pagelaran seni di Polewali Mandar yang pada masa penjajahan dikenal dengan nama 'Afdeling Mandar' itu adalah momen baik untuk rakyat terutama generasi muda guna mengenal dan bangga akan seni dan budayanya sendiri. Pagelaran seni budaya ini sebuah kejutan juga untuk warga Tapango. Sebab para generasi muda warga Tapango sudah jarang melihat pagelaran seni budaya mandar ini.

"Generasi muda Indonesia selama ini lebih menyukai budaya asing. Padahal banyak sekali potensi-potensi wisata budaya di berbagai daerah Indonesia termasuk Sulawesi Barat, saatnya kita peduli akan budaya sendiri yang merupakan kekayaan negara Indonesia," ujar Asri Anas.

Dalam pagelaran seni budaya tersebut ditampilkan secara bergantian berbagai pertunjukan seni dan budaya mulai dari Rebana, Tarian Bura Sendana, Kecapi Mandar, serta tampilan utama budaya daerah yakni Masayang-Sayang Mandar.

Masayang-Sayang Mandar adalah seni budaya daerah Sulawesi Barat yang merupakan warisan leluhur yang terus dilestarikan hingga kini dengan beberapa modifikasi. Kesenian khas Mandar ini biasanya diperankan oleh orang-orang yang melantunkan syair dengan bahasa daerah yang saling berbalasan.

Mereka menyampaikan dan mengungkapkan perasaan cinta dan kasih yang diiringi oleh pemain gitar. Serta di antara beberapa lagu mereka menyelipkan pesan tentang Pancasila, persatuan dan kebhinnekaan. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya