Berita

Hidayat Nur Wahid

TNI-Polri Harus Satu Kubu Dengan Umat Islam Lawan Komunisme

KAMIS, 15 DESEMBER 2016 | 12:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid berpendapat TNI dan Polri harus satu kubu dengan umat Islam untuk melawan komunisme dan menyelamatkan Pancasila. Jangan sebaliknya menjadikan umat Islam sebagai musuh.

"Umat Islam menjadi tulang punggung atau back bone untuk menyelamatkan Pancasila dari ideologi komunisme," kata HNW dalam Dialog Kebangsaan bertema "Pancasila VS Komunisme: Menguji Daya Tahan NKRI dalam Menghadapi Problem Nasional" di Aula KH. Noer Ali Islamic Centre Bekasi, kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (15/12). Turut berbicara pada dialog itu Ketua Ikadi Prof. Dr. Ahmad Satori Ismail.

HNW mengungkapkan komunisme masih menjadi ancaman konkrit bagi Indonesia. "Mereka terus melakukan konsolidasi, menyebarkan simbol-simbol komunisme, dan ada desakan untuk mencabut Tap MPRS No. XXV/MPR/1966 yang melarang Partai Komunisme Indonesia (PKI). Kenapa mereka minta Tap itu dicabut? Karena untuk menghidupkan kembali komunisme," ungkapnya.


Selain itu, lanjut HNW, komunisme menjadi lahan subur ketika agama dilecehkan atau dinistakan. Kemudian antar umat beragama diadu domba. "Maka mereka (komunisme) mengatakan lihat agama berantem. Jadi untuk apa beragama. Ini menjadi pintu bagi komunisme," lanjutnya.

Kemudian, secara ideologis dan historis, paling nyata adalah pemberontakan komunis diantaranya tahun 1948, 1965. "Sudah tiga kali melakukan pemberontakan. Komunisme adalah virus jahat," tegas HNW.

Sesungguhnya, tambah HNW, dalam Pancasila tidak ada tempat bagi komunisme. Dari proses sejak 1 Juni, kemudian Piagam Jakarta, dan sila-sila Pancasila dalam UUD yang disahkan pada 18 Agustus 1945, tidak ada tempat untuk komunisme. "Dalam Pancasila ada Ketuhanan. Komunisme tidak mengakui adanya Tuhan," imbuhnya.

"Presiden Jokowi yang menandatangani hari lahir Pancasila 1 Juni seharusnya Presiden melawan komunisme. Dalam Pancasila 1 Juni ada Ketuhanan. Dengan demikian hormatilah agama," tegasnya.

Menurut HNW, Indonesia mempunyai pilar kokoh untuk menyelamatkan Pancasila dari komunisme. Dalam hal ini umat Islam berperan penting ketika melawan komunisme dan menyelamatkan Pancasila.

"Melihat realitas sejarah, TNI dan Polri harus satu kubu dengan umat Islam untuk melawan komunisme dan menyelamatkan Pancasila," ucapnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya