Berita

Nusantara

Kemensos Bantu Pemulihan Trauma Anak-anak Korban Gempa Aceh

RABU, 14 DESEMBER 2016 | 17:24 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pemerhati anak sekaligus Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto memberikan penguatan kepada Tim Psikososial Kementerian Sosial dalam upaya memulihkan dan menyembuhkan trauma anak-anak korban gempa di Nangroe Aceh Darussalam.

"Kak Seto merupakan bagian dari Tim Kemensos. Beliau kita libatkan untuk membantu mempercepat pemulihan trauma anak-anak karena beliau sudah berpengalaman dalam penanganan psikososial anak-anak korban bencana," jelas Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam keterangannya, Rabu (14/12).

Mensos berharap, Tim Psikososial dapat melakukan penyembuhan trauma lebih dini dan menggunakan metode yang tepat agar korban bisa segera dipulihkan.


Kak Seto sendiri tiba di Kabupaten Pidie Jaya pada Rabu siang bersama Kak Henny yang juga akan menghibur anak-anak korban gempa. Ini merupakan kedatangan kedua kalinya setelah sebelumnya pada Kamis (8/12) atau sehari pasca kejadian gempa Kak Seto terbang ke Aceh untuk segera memastikan penanganan trauma anak-anak.

Sebanyak 33 anggota Tim Psikososial terdiri dari Tagana, dosen Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, Sakti Peksos (Satuan Bakti Pekerja Sosial), Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), TKSK, dan para relawan sosial.

Kak Seto mengatakan terapi psikososial bagi korban gempa Aceh terutama anak-anak harus dilakukan sedini mungkin. Sebab luka jiwa yang membekas pada anak-anak akan menimbulkan perasaan mudah takut, mudah curiga, tidak percaya, hingga tidak bisa bekerja sama.

"Dengan treatment psikologis yang lebih awal ibaratnya luka ya segera diobati jadi tidak membekas terlalu dalam," jelasnya.

Tim Kemensos juga melibatkan kalangan profesional yakni psikolog dan pekerja sosial di Aceh. Tim juga akan melakukan monitoring secara terus menerus perkembangan pemulihan anak-anak minimal hingga tiga bulan ke depan. [wah]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya