Berita

Foto/Net

Nusantara

Disayangkan, Produsen Otomotif Hanya Cari Untung Kurang Peduli Macet

SELASA, 13 DESEMBER 2016 | 11:04 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemerintah didesak agar meningkatkan peran dan tanggungjawab pihak produsen otomotif  terhadap kemacetan yang kian mengkhawatirkan di Indonesia, khususnya kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung dan Semarang.

"Akibat penjualan kendaraan bermotor tanpa control dari pemerintah, telah menimbulkan kemacetan yang luar biasa bahkan menjadi menu sehari-sehari, khususnya di kota-kota besar," kata Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan, Selasa (13/12).

Sayangnya, tegas Edison, peran dan tanggungjawab pihak produsen untuk mengatasi kemacetan masih sangat minim. Bahkan terkesan kurang peduli dan membiarkan kemacetan sepenuhnya menjadi urusan  pemerintah. Padahal, salah satu pemicu terjadinya kemacetan akibat populasi kendaraan bermotor yang tidak terkontrol, sehingga menjadikan jalan raya seperti lahan parkir.


ITW menilai para produsen otomotif hadir hanya pada acara seremonial yang dilaksanakan oleh instansi tertentu, seperti Polri dan sejumlah instansi lainnya. Belum ada kesadaran pihak produsen untuk melakukan upaya yang secara signifikan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran (kamseltibcar) lalu lintas.

"Para produsen otomotif hanya mencari untung, kurang peduli soal kemacetan," ujar Edison.

Menurutnya, sudah waktunya pemerintah melakukan moratorium berjangka penjualan kendaraan di sejumlah kota besar di Indonesia. Selain untuk pemerataan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) juga efektif untuk menekan kemacetan. Moratorium penjualan kendaraan bermotor dilakukan sampai jumlah kendaraan ideal dengan daya tampung panjang ruas jalan yang ada. Tetapi kebijakan moratorium harus bersamaan dengan ketersediaan transportasi angkutan umum yang terintegrasi ke seluruh penjuru dan terjangkau secara ekonomi.

ITW mengingatkan, lalu lintas dan angkutan jalan memiliki peran strategis dalam upaya meningkatkan perekonomian dan integrasi NKRI. Selain itu, lalu lintas juga menjadi cermin budaya dan potret modrenitas bangsa. Sedangkan industri otomotif hanya sumbangan kecil terhadap peningkatan ekonomi Indonesia.

Menurut Edison, pernyataan Executive Officer R&D PT Astra Daihatsu Motor, Pradipto Sugondo, adalah bahasa salesman yang hanya ingin barangnya laku dan dapat untung. Sebab tingginya rasio kepemilikan kendaraan bukan sepenuhnya menjadi ukuran meningkatnya ekonomi masyarakat.

Sebelumnya Pradipto Sugondo mengatakan rasio kepemilikan kendaraan di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan Singapura dan Thailand. Jadi wajar jika industri otomotif belum menjadi penyumbang besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

ITW mencatat, produsen otomotif setiap tahunnya telah menjual kendaraan roda empat mencapai 1,2 juta dan kendaraan roda dua sebanyak 7 juta unit. Apakah jumlah kendaraan yang terjual itu menjadi ukuran peningkatan ekonomi masyarakat?

Menurut Edison, yang pasti adalah kemacetan, bahkan lebih parah sebab peran produsen otomotif untuk mewujudkan Kamseltibcar lalu lintas sangat tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya