Berita

Net

Nusantara

BNPB Segera Rampungkan Data Rumah Rusak Korban Gempa Aceh

SENIN, 12 DESEMBER 2016 | 19:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan, upaya merampungkan kaji cepat kerusakan rumah pasca gempa di tiga kabupaten Nangroe Aceh Darussalam sangat penting untuk dapat segera menetapkan penerima manfaat.

Dengan demikian, warga yang rumahnya rusak berat dan rusak dapat segera untuk menentukan pembangunan rumah.

Menurut Willem, penetapan penerima manfaat dimaksudkan sebagai bentuk akuntabilitas dalam penggunaan anggaran. Diharapkan dalam dua hari ke depan, pemerintah provinsi sudah menetapkan data warga penerima bantuan.


"Kita mengharapkan percepatan dalam penanganan pengungsi," ujarnya di Pidie Jaya, Senin (12/12).

Kebijakan pemerintah pusat memberikan stimulan bantuan untuk rumah rusak berat sebesar Rp 40 juta dan rusak sedang-ringan Rp 20 juta merupakan bantuan stimulan.

"Jadi pemerintah tidak mengganti sepenuhnya sesuai nominal rumah yang rusak, ini stimulan. Kami mengharapkan posko yang ada di tiga kabupaten dapat menginformasikan kepada masyarakat," kata Willem.

Data posko utama per 12 Desember 2016 pukul 15.00 Wib, total rumah rusak berat sebanyak 2.992 unit dengan rincian Kabupaten Pidie Jaya 2.874, Bireuen 55, dan Pidie 63, sedangkan Rusak sedang di Bireuen 94. Rusak ringan total 8.582 unit dengan rincian Pidie Jaya 8.393, Bireuen 171, dan Pidie 18.

Willem juga memastikan persediaan logistik kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Dia mengimbau pengungsi yang belum mendapatkan bantuan untuk melaporkan ke aparat setempat.

"Masyarakat dapat melaporkan ke geuchiknya atau pak camat atau posko. Kalau ada kekurangan tolong diinformasikan," ujarnya. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya