Berita

Mahyuddin/Net

Wakil Ketua MPR: Bangun Perbatasan Kalimantan Utara Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus

MINGGU, 11 DESEMBER 2016 | 00:40 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kalimantan Utara merupakan provinsi yang kaya sehingga mayoritas warganya bekerja di sektor pertambangan.

"Sedikit yang bekerja di sektor pertanian," kata Wakil ketua MPR, Mahyuddin, selepas bertemu dengan ratusan petani Kalimantan Utara yang berkumpul di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Sabtu, 10/12).

Mahyudin mengingatkan bahwa sektor pertambangan suatu ketika akan habis. Untuk itu dirinya mendorong agar masyarakat mulai melirik sektor pertanian. "kita perlu serius untuk membina petani," ujarnya.


Mahyudin dalam kesempatan itu mengungkapkan ada hal yang perlu dibenahi. dikatakan kita terlalu kaku dalam mengatur tata ruang. Dicontohkan, Pulau Sebatik wilayahnya terbagi menjadi dua negara, Indonesia dan Malaysia. Pulau Sebatik wilayah Malaysia dijadikan lahan sawit, sedang Pulau Sebatik wilayah Indonesia masuk tata ruang hutan. Ada perkebunan sawit namun sedikit dan milik masyarakat.

"Perkebunan sawit di Pulau Sebatik wilayah Indonesia adalah perkebunan rakyat," paparnya.

Hasil perkebunan sawit milik petani Indonesia itu dijual ke Malaysia.

"Akhirnya Malaysia yang mendapat keuntungan dari sawit Indonesia," ungkapnya.

Menurut Mahyudin hal ini harus diselesaikan. Tata Ruang harus diperbaiki.

Mahyudin ingin wilayah Indonesia di perbatasan, Kalimantan Utara, harus dijadikan kawasan ekonomi khusus untuk pertumbuhan ekonomi.

"Sehingga bisa memiliki daya saing melawan ekonomi Malaysia," ujarnya. [ysa]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya