Berita

Mahyudin

Mahyudin: Ada Yang Salah Dalam Road Map Pertanian Kita

SABTU, 10 DESEMBER 2016 | 22:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengatakan, Indonesia beruntung berada di bawah garis khatulistiwa, yaitu memiliki dua musim.

"Kita beruntung tak seperti negara yang hanya memiliki gurun atau negara yang berada di kutub," ujar Mahyudin di hadapan ratusan petani Kalimantan Utara yang berkumpul di Kota Tarakan, Sabtu (10/12).

Di negara Eropa, untuk bercocok tanam saja mereka harus menunggu musim semi dan musim panas. "Saat musim dingin mereka tak bisa bercocok tanam," tambah Mahyudin.


Lebih lanjut dikatakan, berada di bawah khatulistiwa maka matahari bersinar sepanjang musim sehingga Indonesia kaya sumber energi. "Air dan matahari melimpah," sebut Mahyudin.

Untuk itu dirinya menyatakan kalau sektor pertanian tidak maju itu merupakan kesalahan bangsa ini sendiri.

Mahyudin heran ketika bangsa ini masih mengimpor berbagai kebutuhan pangan seperti kedelai, jagung, singkong. "Bahkan cangkul pun impor. Ini sebuah keanehan," sesalnya.

Menurut Mahyudin bangsa ini tak pernah fokus dalam membangun dunia pertanian. "Ada yang salah dalam road map pertanian kita. Mungkin kita terlena dengan kekayaan alam yang melimpah," paparnya.

Dirinya menegaskan agar kita membangun daerah dengan sektor yang bisa diperbarui. Dipaparkan sektor sawit di Indonesia sangat bagus. Sawit selain bisa dipakai untuk produk makanan juga bisa digunakan untuk bioenergi.

"Kita punya lahan sawit. Tapi lahan-lahan itu dikuasai pemodal besar, sedang petani lahannya kecil," paparnya.

Mahyudin juga menegaskan, petani harus menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Ditegaskan kembali kalau pemerintah membikin program diharapkan agar fokus.

"Jangan mengawang-awang. Kalau kita fokus maka kita tak perlu mengimpor kebutuhan pangan," pungkasnya. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya