Berita

Foto/Net

Nusantara

GEMPA ACEH

Warga Khawatir Kembali Ke Rumah Karena Gempa Susulan Masih Terjadi

SABTU, 10 DESEMBER 2016 | 21:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ribuan korban gempa Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen di Provinsi Aceh masih bertahan di lokasi pengungsian menyusul gempa susulan yang masih sering terjadi.

"Mereka khawatir kembali ke rumah karena gempa susulan masih terus terjadi. Meski skalanya kecil mereka masih trauma sehingga mereka merasa lebih aman tinggal di pengungsian. Bapak-bapak tinggal di masjid atau mushola sementara ibu dan anak di tenda-tenda pengungsian di depan mushola," ujar Mensos, Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (10/12).

Khofifah mencontohkan jumlah pengungsi di Kantor Kecamatan Kembang Tanjong sebanyak 500 jiwa, namun malam hari jumlahnya bisa mencapai 1.000 jiwa.


"Pengungsi di satu lokasi pengungsian jumlahnya cukup besar. Bahkan ada yang malam hari jumlahnya sampai 3.000 jiwa. Untuk itu pasti harus disiapkan sanitasi, air bersih yang memadai," katanya.  

Dikatakan, kondisi ini harus dicermati dengan baik karena jumlah pengungsi cukup besar dan bertahan di tempat pengungsian dalam waktu lama.

"Misalnya lima hari saja mereka bertahan di lokasi pengungsian, saya khawatir sampah menumpuk, air bersih kurang, kemudian sanitasi MCK terbatas," kata Khofifah.   

Oleh karena itu sebagai solusi selanjutnya adalah penyiapan Hunian Sementara (Huntara) yang berada di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Penyiapan Huntara itu koordinatornya BNPB. Harus mulai disiapkan supaya proses pemulihan warga bisa terdeteksi lebih detil. Jadi prinsipnya kehidupan warga harus terlindungi," demikian Khofifah. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya