Berita

Ahok/Net

Politik

Umat Islam Diimbau Cermati Sidang Ahok Secara Objektif

SABTU, 10 DESEMBER 2016 | 00:11 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sidang kasus dugaan penistaan agama yang menimpa Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diharapkan bisa disiarkan secara langsung oleh media. Sehingga, masyarakat, khususnya umat Islam bisa secara objektif menilai apakah Ahok benar bersalah atau tidak.

Harapan itu sebagaimana disampaikan Ketua Relawan Matahari Jakarta (RMJ) Supriadi Djae kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Jumat (9/12).

"Dengan disiarkan secara live, maka masyarakat bisa tahu duduk masalah yang sebenarnya. Termasuk memberi penilaian apakah ada unsur penistaan atau tidak," ujarnya.


Apalagi, lanjut Supriadi, berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consuting (SMRC), sebanyak 88,5 persen masyarakat tidak mengetahui secara persis ucapan Ahok yang dinilai menista agama.

"Sebanyak 87,1 persen bahkan menyatakan belum pernah menonton video Ahok saat berpidato di Kepulauan Seribu. Itu artinya selama ini masyarakat hanya terhasut dari medsos tanpa tahu duduk perkaranya," sambung mantan ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu.

Atas alasan itu, lanjut pria yang akrab disapa Sudja ini, persidangan terbuka sangat diperlukan demi membuka kesadaran masyarakat. Sudja meminta agar masyarakat mencermati jalannya sidang secara objektif, termasuk menghargai apapun keputusan pengadilan.

"Kalau tidak ada unsur penistaan agama mohon masyarakat, khususnya umat Islam, bisa menerima putusan hakim. Ini sebagaimana komitmen Ahok yang juga menyatakan siap ditahan jika memang dinyatakan bersalah," pungkas pria yang masih aktif di Pemuda Muhammadiyah itu.

Relawan Matahari Jakarta merupakan kumpulan aktivis Muhammadiyah yang dalam Pilgub DKI Jakarta 2017 menyatakan untuk mendukung petahana melanjutkan program kerjanya karena dirasa sudah memberikan dampak baik bagi masyarakat Jakarta.

Sidang perdana kasus Ahok akan digelar 13 Desember 2016 mendatang di eks gedung PN Jakarta Pusat Jalan Gajahmada Jakarta Pusat. Gedung ini dipilih karena gedung PN Jakut sedang direnovasi. [ian]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya