Berita

Foto/Humas MPR

Hidayat: Moralitas Bukan Hanya Bersifat Individual

JUMAT, 09 DESEMBER 2016 | 05:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengungkapkan bahwa sudah saatnya bangsa Indonesia menggelorakan kecintaan kepada bangga dan negara salah satunya dengan mementingkan moralitas atau akhlak sebagai individu dan sebagai manusia yang bermasyarakat.

Demikian disampaikan Hidayat saat menjadi pembicara dalam diskusi 'Refleksi Kebangsaan' dalam rangka Launching Lomba Penulisan Bertema Kebangsaan 2017 "Islam dan Patriotisme Kebangsaan" di Ruang Aspirasi PKS DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/12).

"Moralitas bangsa rujukannya adalah Pancasila sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, jika rujukannya pada UUD, maka moralitas adalah pijakan dasar bernegara. Moralitas bukan hanya bersifat individual, tapi sangat terkait dengan lingkungannya, dengan manusia lainnya, terkait dengan umat beragama lainnya dan juga bahkan terkait dengan alam," ujarnya.


Diutarakan Hidayat, Indonesia adalah keberagaman, Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika. Dengan begitu hebatnya keberagaman Indonesia, maka akhlak bangsa, moralitas bangsa penting sekali untuk selalu disegarkan dengan berbagai cara dan bentuk yang baik.

"Lomba ini adalah salah satu kegiatan untuk menyegarkan. Di lomba nanti, para penulis akan mengolah bagaimana cara menyegarkan kembali bahwa kita adalah bangsa Indonesia yang berakhlakul karimah sehungga tidak terjadi sebuah kondisi yang seolah-olah moral itu hanya urusan pribadi dan berada di ranah pribadi tapi moral adalah terkait dengan dirinya juga lingkungannya dimana dia berada," katanya.

Dakam kesempatan itu, Hidayat juga mengingatkan akan pentingnya, bermanfaatnya serta berbahayanya sosial media. Di tengah begitu banyak informasi, di tengah begitu banyak teori di era sosial media yang begitu dahsyat ini, kadang semua pribadi disibukkan dengan informasi yang serba instan dan dangkal tapi terus menerus membanjir dalam ruang hidup sehari-hari.

Membanjirnya informasi instan secara terus menerus itu, lanjut Hidayat, hampir membuat tidak ada lagi pendalaman kehidupan untuk merefleksikan tentang akhlak.

"Dalam kaitannya dengan perpolitikan Indonesia, peran parpol sangatlah penting. Perannya yang sangat penting adalah memberikan pendidikan politik, tidak hanya pendidikan politik yang biasa saja tapi harus ditingkatkan lagi pendidikan politik kepada rakyat yang mencerahkan bangsa dan beretika atau berrmoral. Hal tersebut sangat diharapkan terjadi dengan tujuan menghilangkan dikotomi antara keberagamaaan dengan kebangsaan. PKS sudah memulai itu, dan saya melihat parpol lainnya juga sudah mulai melakukan itu," tandasnya.

Diskusi Refleksi Kebangsaan ini sendiri berlangsung selama satu hari dengan menghadirkan beberapa pembicara yang sangat kapabel seperti Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, pengamat politik dari LIPI Prof. Siti Zuhro, Pengamat politik Yudi Latief serta penulis dan pengamat politik Irfan Hidayatullah.  Acara tersebut juga dihadiri Presiden PKS HM. Sohibul Iman dan Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya