Berita

Pajak/Net

Bisnis

Wajib Pajak Pribadi Ditargetkan Lebih Dominan Ketimbang Badan

KAMIS, 08 DESEMBER 2016 | 16:26 WIB | LAPORAN:

. Indonesia akan menghadapi banyak tantangan ekonomi di tahun 2017 mendatang. Beberapa program sukses seperti tax amnesty akan terus dilakukan di tahun depan.

Target pajak naik 13 persen di tahun 2017, mengingat masih banyak wajib pajak pribadi yang belum melaporkan pajak secara benar, termasuk harta.

"Kita nilai masih banyak potensi pajak yang bisa di-collect. Ini potensial untuk kita," kata Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani di Breakfast Meeting Masa Depan Ekonomi Indonesia, Hotel Darmawangsa, Jakarta, Kamis (8/12).


Negara-negara maju sumber pajaknya lebih banyak dari wajib pajak (WP) pribadi, bukan dari wajib pajak badan atau usaha. Potensi WP pribadi ini yang harus lebih dominan dibanding WP Badan.

"Dengan tax amnesty, kita bisa melihat asosiasi pengacara, artis, hukum, ekonom, banyak pribadi-pribadi lain yang mulai ikut. WP tambah, ini jadi potensi kita collect pajak lebih baik ke depan," paparnya.

Tax ratio Indonesia saat ini masih di bawah 12 persen, sementara negara ASEAN bisa mencapai 15 persen dari PDB. Jadi masih ada gap 3 persen, potensi pajak yang harusnya bisa di-collect, dan uangnya dibelanjakan untuk hal yang lebih produktif lagi.
 
Dari sisi belanja, belanja infrastruktur tahun 2017 meningkat signifikan dibanding 2016. Ini menunjukkan komitmen pemerintah konsisten untuk memperbaiki infrastruktur di Indonesia seperti jalan, bandara, pelabuhan, irigasi, dan lain-lain.

"Itu jadi modal pembangunan sustainable ke depan," kata Askolani.
 
Pemerintah juga terus memperkuat dan memberdayakan masyarakat lewat belanja sosial yang ditingkatkan. Belanja pendidikan meningkat, dibebaskan sampai SMA dan kedepannya akan lebih tinggi lagi, termasuk beasiswa.
 
Urusan fasilitas kesehatan, Askolani memaparkan, sudah bisa meng-cover 94 juta penduduk Indonesia terutama penduduk miskin.

"Dulu nggak bisa dibayangkan, orang-orang tak mampu bisa menikmati fasilitas itu dengan bebas biaya. Tapi itu belum sempurna, masih harus ditingkatkan," ujarnya.
 
Program sosial juga diberikan pemerintah lewat kredit usaha rakyat untuk UMKM dengan harapan agar pengusaha kecil survive, tidak hanya hanya pengusaha besar, didukung dengan suku bunga lebih kecil yakni 7 hingga 9 persen.

Selanjutnya, dana desa Rp 60 triliun dialokasikan di tahun 2017. Satu desa bisa mendapatkan Rp 600 juta per tahun, malah potensinya sampai 2019 bisa sampai 1 Miliar.

"Kalau ini digunakan dengan efisien dan efektif, saya yakin desa-desa yang tak tersentuh, ini bisa bangun desa di Maluku, Kalimantan, Papua. Dengan modal 1 M, 1 desa. Di 1 kabupaten bisa ada puluhan desa dan ini bisa mereka belanjakan," urainya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya