Sebelum dipimpin Ridwan Mukti‎, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu‎ mendapat rapor merah. Pemprov Bengkulu berada di urutan ke 27 sebagai provinsi yang patuh terhadap Standar Pelayanan Publik oleh Lembaga Ombudsman RI.
Namun, belum satu tahun menjabat, Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti‎ membawa provinsi ini ke urutan sepuluh besar. Hasil ini karena Ridwan mengaku saat pertama kali menjabat, langsung berkoordinasi dengan seluruh SKPD untuk memperbaikinya.
Mendapat penghargaan ini, Ridwan mengaku bangga.
"Tentunya ini adalah komitmen tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional. Ini kelanjutan pakta intergitas yang diteken oleh gubernur dan seluruh jajaran birokrasi. Pada waktu itu, hadir langsung Ketua Ombudsman RI. Setelahnya kita membuat sistem pelayanan maupun perijinan yang baik untuk publik," ungkap Ridwan.
Hal itu disampaikan Ridwan usai menerima penganugerahan predikat Kepatuhan Terhadap Standar Pelayanan Publik, Sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik oleh Lembaga Ombudsman RI di, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, kemarin.
Hadir dalam acara Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan sejumlah menteri kabinet kerja. Provinsi Bengkulu berada di 10 besar bersama dengan Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Riau, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan.
"Hari ini, sepuluh yang berapor hijau, dari 34 Provinsi. Tentunya ini akan jadi sebuah pemicu, motivasi untuk berusaha lebih baik," tambah Ridwan.
Bagaimana bisa dapat meningkat dalam waktu singkat? Ridwan mengungkapkan, pada awalnya, motivasi utamanya adalah ingin mengangkat Bengkulu dari julukan provinsi tertinggal.
"Jadi kita lakukan pemberantasan koprusi, pemberantasan pungli karena ingin membuat Bengkulu terangkat," sebutnya.
Dengan birokrasi dan pelayanan publik yang baik, tentu akan berimbas pada sektor swasta yang makin tumbuh dan baik. Karena itulah, perlu standar perijinan yang membuat mereka happy dan nyaman agar sektor swasta tertarik dan mendatangkan investasi.
"Karena itulah kita ikuti standar pelayanan yang baik, tidak bertele-tele membangun investasi yang sehat dan berkembang. Melalui prestasi hari ini, kita semakin yaknin investor mau menanamkan modalnya di Bengkulu," yakin dia.
Dia berharap jajaran birokrasi Pemprov Bengkulu jangan terlena dengan penghargaan ini.
"Perbaikan dan innovasi harus terus dilakukan. Tadi Pak Wapres menyampaikan, yang diperlukan publik dan pasar adalah pelayanan yang cepat, tepat, tetapi murah dan tidak dipersulit. Intinya kami akan terus menerus memperbaiki diri," ujar Ridwan.
[dem]