Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Sidang Ahok Dan "Sumbu Pendek’"

KAMIS, 08 DESEMBER 2016 | 07:53 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

ENERGI aparat tampaknya akan kembali terkuras oleh kasus Ahok tersangka penista agama. Sesuai locus delicti rencananya Ahok bakal disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, 13 Desember pekan depan.

Tetapi belakangan beredar kabar ada alternatif Ahok kemungkinan akan disidang di luar wilayah Jakarta Utara, seperti Kemayoran atau Cibubur, bahkan di luar Jakarta seperti Depok.

Ini memang baru wacana. Secara kalkulasi keamanan sidang Ahok memang perlu diantisipasi meski tidak perlu dilakukan secara berlebihan kalau persidangan berjalan secara fair, transparan, dan memenuhi rasa keadilan masyarakat.


Kenapa ada kemungkinan sidang Ahok dipindah dari Jakarta Utara?

Jakarta Utara sejak zaman Orde Baru dikenal dengan sebutan wilayah "sumbu pendek." Wilayah ini punya riwayat kelam berkaitan dengan konflik bernuansa politik dan agama seperti peristiwa berdarah Tanjung Priok 1984 dan peristiwa makam Mbah Priok 2010.

Dua kejadian ini punya skala magnitude dan resonansi yang besar sekali sehingga menjadi perhatian dunia, pers internasional, dan menjadi salah satu catatan kelabu HAM di tanah air yang masih membekaskan luka sampai hari ini.

Wilayah Jakarta Utara yang merupakan daerah pinggir laut dan kawasan pelabuhan sejak dulu dihuni oleh warga yang berasal dari berbagai etnik dengan karakternya yang sangat khas. Walaupun berdampingan secara rukun dan damai adakalanya pergesekan sosial mudah timbul oleh hal-hal yang bersifat laten.

Di masa Orde Lama kerawanan sosial yang diakibatkan oleh rivalitas politik partai-partai menjelang peristiwa September '65 menjadikan wilayah ini kerap dilanda oleh konflik yang dipicu oleh berbagai motif termasuk SARA.

Sidang Ahok apabila dilakukan di wilayah Jakarta Utara kemungkinan besar memang akan menjadi sangat rawan dan berisiko tinggi. Apalagi masyarakat nelayan yang menjadi korban reklamasi Ahok adalah warga Jakarta Utara, termasuk penduduk Kampung Aquarium, Luar Batang, Pasar Ikan, dan sekitarnya yang merupakan korban-korban penggusuran Ahok.

Namun di sisi lain wilayah Jakarta Utara adalah area of high historical value, wilayah yang punya nilai sejarah tinggi. Dari kawasan itu kota Jakarta berasal, bahkan budayawan Betawi Ridwan Saidi dalam buku Babad Tanah Betawi yang ditulisnya menggambarkan peran penting kawasan ini yang menurutnya merupakan kawasan situs arkeologis asal usul manusia dan kebudayaan Betawi.

Terlepas dari soal-soal di atas menjelang tutup tahun 2016 tampaknya bukan cuma energi aparat yang terkuras oleh persoalan Ahok, masalah Ahok ini juga akan terus menggerus citra hukum dan wibawa pemerintahan Jokowi apabila persidangan Ahok nanti hasilnya tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat dan bukan mustahil instabilitas politik, sosial, dan ekonomi akan semakin meruncing yang menyebabkan tidak efektifnya pemerintahan.

Risikonya akan sangat besar apabila masyarakat masih melekatkan stigma bahwa Presiden Jokowi tersandera oleh kasus Ahok.

Jangan kita tutup tahun 2016 dengan catatan kelam, kekecewaan, kemarahan, sumpah serapah, hasutan, dan permusuhan di antara sesama anakbangsa hanya karena kelakuan dan lisan seorang bernama Ahok, sang tersangka penista agama. [***]

Penulis adalah Wartawan Senior Rakyat Merdeka

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya