Berita

Ineu Purwadewi Sundari-Ahmad Heryawan/Net

Nusantara

Jabar Yang Ramah Jangan Sampai Tercoreng Intoleransi

KAMIS, 08 DESEMBER 2016 | 05:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua DPRD Jawa Barat (Jabar) Ineu Purwadewi Sundari menyesalkan adanya penolakan terhadap kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Bandung, Jabar.

Menurut Ineu, penolakan itu mencoreng pesan perdamaian Apel Nusantara Bersatu yang digelar di Bandung beberapa waktu lalu.

"Padahal saat ini kita sedang menguatkan rasa persaudaraan yang tinggi, kebangsaan yang luar biasa. Bahkan Apel Nusantara kemarin itu luar biasa, ini harus ada kesadaran bersama," tegas Ineu di Bandung, Rabu (7/12), seperti dikabarkan RMOL Jabar.


Politikus dari PDI Perjuangan itu mengimbau masayarakat agar menjunjung tinggi keanekaragaman antarumat beragama. Apalagi toleransi sudah menjadi komitmen seluruh agama pada kegiatan Apel Nusantara tersebut.

Ia menambahkan, momentum perdamaian yang dicanangkan Pemerintah jangan hanya komitmen dan sebatas diucapkan, namun juga dilaksanakan untuk menciptakan kerukunan di atas semua perbedaan.

"Kebersamaan dalam NKRI, kebersamaan dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi komitmen bersama yang dibangun, menjaga toleransi," tegasnya.

Jabar, lanjut Ineu, dikenal ramah dan jauh dari potensi konflik dari segala aspek. Kondisi ini, harapnya,  harus dijaga dan dikawal jangan sampai terpicu oleh aksi-aksi intoleran terlebih yang mengarah kepada keagamaan.

"Selama ini Jawa Barat adalah provinsi yang ramah terhadap masalah-masalah tersebut. Jangan sampai sekarang tercoreng oleh kejadian intoleransi," tukasnya.

Kegiatan peribadatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/12), mendapat penolakan.

Dalam insiden tersebut, jemaat Kristiani yang akan melakukan ibadah KKR mendapat aksi penolakan oleh sekelompok massa yang menamakan diri ormas Pembela Ahlu Sunnah (PAS) dan Dewan Dakwah Islamiah Indonesia (DDII) Jabar. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya