Berita

Politik

Hasil Tes Psikologi Calon Anggota KPU Dibagi Tiga Kategori

KAMIS, 08 DESEMBER 2016 | 04:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI periode 2017-2022 yang mengikuti tes psikologi di gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPDSM) Kemendagri akan menghasilkan output yang terbagi ke dalam tiga kategori penilaian.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Tim Penguji dari Dinas Psikologi TNI Angkatan Darat (Dispsiad), Letkol CAJ Adang Sunandar saat memonitor jalannya tes psikologi yang diikuti oleh 300 calon anggota KPU RI, Rabu (7/12).

Adang mengatakan, tim psikologi akan menyusun ranking berdasarkan penilaian, yang hasilnya akan diserahkan kepada Tim Seleksi Calon Anggota KPU RI dan Bawaslu RI periode 2017-2022.


"Kami melihat dalam tiga penilaian, yaitu Memenuhi Syarat; Masih Memenuhi Syarat; dan Kurang Memenuhi Syarat. Kami diminta tanggal 13 ini selesai, nah kemudian kami buat ranking, setelahnya kami serahkan ke tim seleksi," kata Adang seperti dikabarkan website KPU.

Rabu, para calon anggota KPU RI menjalani 10 sesi tes psikologi yang harus dikerjakan dalam kisaran waktu 45 menit hingga 60 menit.

Adang menambahkan, serangkaian tes tersebut bertujuan untuk mengukur kemampuan analisis, ketepatan mengambil keputusan, pemecahan masalah, kemampuan menghadapi tekanan, serta kemampuan manajerial dan kepemimpinan.

"Tes ini untuk memilih calon-calon yang mempunyai kemampuan analisis yang tinggi, karena mereka akan dihadapkan pada pengambilan keputusan dalam waktu yang cepat dan tepat. Kemudian juga kemampuan yang menuntut pemecahan permasalahan yang sebegitu banyak secara segera. Kemudian kemampuan dalam menyikapi tekanan kiri dan kanan, dari berbagai kepentingan. Tentu saja harus memiliki daya tahan yang tinggi terhadap tekanan," terangnya.

Terkait isu integritas penyelenggara pemilu, Adang mengatakan tim psikologi Dispsiad sudah mempunyai tools yang disisipkan dalam soal-soal tertentu untuk mengukur tinggi rendahnya nilai integritas yang dimiliki oleh masing-masing calon.

"Selain itu juga jelas integritasnya, itu harus teruji. Untuk itu sudah ada tools-nya, seperti yang kami buat kemarin dari IPDN untuk KPK. Kemudian yang nanti akan teruji adalah kepemimpinannya, dan manajerial juga, karena mereka harus mengarahkan, mengelola sumber daya manusia yang ada," tukasnya. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya