Berita

Nusantara

Aparat Negara Seolah Tunduk Atas Pembubaran Kebaktian Di Bandung

KAMIS, 08 DESEMBER 2016 | 03:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Peran aparat kepolisian mendapat kritik dalam mengamankan kegiatan peribadatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/12), yang berbuntut kericuhan.

Dalam insiden tersebut, jemaat Kristiani yang akan melakukan ibadah KKR mendapat aksi penolakan oleh sekelompok massa yang menamakan diri ormas Pembela Ahlu Sunnah (PAS) dan Dewan Dakwah Islamiah Indonesia (DDII) Jabar.

"Aparat kepolisian dan Pemerintah Kota Bandung seolah tunduk dan tidak berdaya terhadap tindakan ormas tersebut," tutur Koordinator Forum Demokrasi Bandung (FDB), Harold Aron, di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Jabar, Rabu (7/12).


Lemahnya pengamanan yang dilakukan aparat, kata dia, berbuntut pada jadwal kegiatan peribadatan yang mesti diakhiri lebih awal. Hal itu, kata dia, terjadi lantaran gangguan yang terus dilakukan pihak ormas.

"Mereka bahkan sampai masuk ke ruangan acara dan meminta tim Paduan suara turun dari panggung. Aparat Kepolisian yang jumlahnya lebih dari seratus orang tampak tidak berdaya di hadapan ormas yang jumlahnya kurang dari lima puluh orang," terangnya.

Dia melanjutkan, kepolisian dan Pemkot seakan-akan melakukan pembiaran terhadap tindakan melanggar hukum dan hak asasi warga untuk melakukan ibadah keagamaan. Para aktivis mempertanyakan kapabilitas dari seluruh elemen aparat negara dalam melindungi warga negaranya,

"Tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, dan golongan," kata dia seperti dikabarkan RMOL Jabar.

Para aktivis juga meminta kebebasan warga negara dalam menjalankan peribadatan dijamin dan dilindungi aparat. Mereka juga meminta agar pihak-pihak intoleran ditindak aparat penegak hukum.

"Meminta aparat penegak hukum menindak tegas pelaku intoleransi sesuai peraturan perundangan yang berlaku," demikian Harold Aron. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya