Berita

Foto: Net

Nusantara

Pemuda Muhammadiyah: Pembubaran Kegiatan Agama Lain Bertentangan Dengan Ajaran Islam

RABU, 07 DESEMBER 2016 | 08:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pembubaran Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) oleh kelompok yang menamakan diri Pembela Ahlus Sunnah (PAS) di Sabuga Bandung, Jawa Barat, hari Selasa kemarin (6/12) menuai keprihatinan dari kalangan umat Muslim dan patut dikecam.

Menurut Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, pembubaran itu merupakan intoleran yang jelas bertentangan dengan ajaran Islam.

"Pemaksaan dan pembatasan kebebasan beribadah sejatinya adalah bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri. Bahkan Rasullulah melarang umat Islam menyakiti umat lain, karena mereka yang melakukan itu kelak akan menjadi musuh Rassullulah di hari akhir," kata Dahnil.


Menurut Dahnil, alasan pembubaran karena urusan administrasi juga terlalu berlebihan dan tidak masuk di akal. Semestinya itu bisa diselesaikan dengan baik oleh para pihak.

"Apalagi kegiatan KKR tersebut kabarnya setiap tahun memang diselenggarakan ditempat itu," sambungnya.

Umat beragama, sambung Dahnil, semestinya, terbiasa dan membiasakan diri membangun dialog antar umat beragama dan berprilaku adil dan berkeadilan. Sementara pemerintah harus berdiri menegakkan keadilan itu.

"Bagi saya, terang Islam bersikap tegas dan terang terkait dengan kebebasan beribadah dan keimanan orang lain, Islam tidak pernah memaksakan keimanan seseorang," masih katanya. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya