Kinerja Kapolri Jenderal Tito Karnavian dinilai sudah maksimal dan positif dalam menanggulangi situasi keamanan nasional belakangan ini.
Tito berhasil mengantisipasi kemungkinan buruk yang timbul pada aksi 2 Desember dengan upaya merangkul dan mengajak berdialog berbagai kalangan sebelum aksi berlangsung.
"Upaya Jenderal Tito merangkul dan mengakomodasi doa bersama menjadi sebuah terobosan yang penting dan layak kita hargai bersama," ujar Direktur Eksekutif Riset Indonesia, Toto Sugiarto kepada wartawan, Selasa (6/12).
Toto mengatakan pengumpulan massa hingga jutaan orang dalam satu titik dengan membawa isu yang sensitif adalah hal rawan dan rentan konflik, namun kekhawatiran tersebut berhasil diminimalisir oleh kepolisian di bawah komando Tito.
Toto mengingatkan sikap akomodatif kepolisian pada aksi 212 maupun 412 kemarin perlu ditradisikan. Di saat bersamaan kepolisian menghindarkan sikap represif dan intimidatif tetapi mengedapankan sikap persuasif dan akomodatif.
Perubahan bentuk dari aksi massa menjadi doa bersama adalah hasil dari kompromi dan dialog yang sangat tepat. Langkah ini dapat mempengaruhi secara psikologis peserta aksi," kata Toto.
"Aksi massa 212 yang diikuti jutaan orang terbukti berjalan damai dan tertib, bahkan dipuji-puji karena tidak menimbulkan gangguan sosial sama sekali," kata Toto.[dem]