Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Rupiah Ikut Terdepresiasi Setelah Donald Trump Terpilih Dalam Pilpres AS

SELASA, 06 DESEMBER 2016 | 08:57 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Setelah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, modal asing yang keluar dari Indonesia dalam tempo sepekan di pertengahan November 2016 mencapai Rp 16 triliun. Rupiah juga turut terdepresiasi.

"Namun, efek pelarian modal di Indonesia relatif lebih kecil dibandingkan Thailand, India, Taiwan, maupun Korea Selatan," kata ekonom yang juga Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Bisnis Sampoerna University, Wahyoe Soedarmono, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 6/12).

Menurut Wahyoe, tekanan di Indonesia tersebut dapat dimoderasi oleh meningkatnya pendapatan negara dari program amnesti pajak, dengan deklarasi uang tebusan telah mencapai Rp 98,7 triliun, dan dana repatriasi sebesar Rp 143 triliun akan masuk ke Indonesia sampai akhir 2016. Secara umum, posisi Indonesia relatif siap untuk menghadapi gejolak pasar jangka pendek setidaknya hingga tahun 2017.
     

     
Terkait rencana kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat oleh The Fed pada akhir 2016 dan sepanjang 2017, menurut Wahyoe, saat ini situasi neraca transaksi berjalan Indonesia cukup kuat, dimana defisit neraca transaksi berjalan hanya menyentuh 1,8 persen dari PDB di Triwulan III 2016, dibandingkan posisi menjelang akhir 2013 yang menyentuh 4,4 persen dari PDB. Sehingga, risiko pelarian modal dari Indonesia akibat sentimen negatif investor asing terhadap kondisi Indonesia dapat diminimalkan.

Menurut Wahyoe, pilihan kebijakan yang diterapkan di tahun 2013-2014 dalam menghadapi taper tantrum perlu disesuaikan untuk kondisi saat ini. Bila pada 2013, pengurangan belanja pemerintah (expenditure reducing policy) dapat mengurangi CAD saat terjadi taper tantrum, kali ini SU menemukan bahwa pilihan strategi ini tidak lagi efektif, apabila CAD meningkat di akhir 2016 akibat taper tantrum. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya